32 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantara1 Anggota Keluarga Positif, 3 Lainnya serta 10 Tetangga Negatif

1 Anggota Keluarga Positif, 3 Lainnya serta 10 Tetangga Negatif

SURABAYA – Virus corona varian Omicron sudah masuk ke Surabaya. Dua warga Surabaya terkonfirmasi Covid-19 varian Omicron setelah berlibur ke Bali pada 25 Desember 2021. Keduanya ialah pasangan suami istri (pasutri) yakni TYC serta suamiinya, SJJ.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim dr Erwin Astha Triyono menjelaskan, kasus pertama Omicron di Jatim ini terdeteksi pada TYC Selesai berlibur selama lima hari bersama suaminya, SJJ, menggunakan kendaraan pribadi.

“Kami telah mendeteksi seorang Penderita terkonfirmasi Omicron berdasarkan hasil pemeriksaan whole-genome sequencing (WGS) yang keluar pada 2 Januari 2022,” ujar Erwin Astha Triyono, Senin (3/1).

Erwin menambahkan, TYC selama berlibur mulai 20 Desember 2021 ke tempat wisata tersebut selalu patuh menggunakan aplikasi PeduliLindungi. tetapi, sepulang dari perjalanan wisatanya, Sabtu (25/12), TYC punya keluhan ada lendir pada tenggorokan.

Setelah itu, Selasa (28/12), TYC memeriksakan diri ke sebuah rumah sakit. Lalu, disarankan tes swab reverse transcriptase-polymerase chain reaction (RT-PCR).

Baca juga :  Antisipasi Omicron, Swab PCR Sasar Kampung di Surabaya

“Hari itu juga tes serta hasilnya positif dengan CT Value 26. Kemudian pada 30 Desember, hasil S-gene Target Failure (SGTF) TYC positif varian K417N (Delta Plus) serta probable varian Omicron. TYC kemudian diarahkan untuk melakukan isolasi di sebuah rumah sakit di Surabaya sembari menunggu hasil WGS-nya keluar,” katanya.

Erwin mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya terkait kasus tersebut serta puskesmas setempat.  Selanjutnya, dilakukan tracing serta tes swab RT-PCR pada kontak erat Penderita TYC yaitu warga serumah. Hasilnya, satu positif (TGO) serta tiga lainnya negatif, serta 10 tetangga negatif.

“Yang kontak erat telah melakukan karantina di rumah selama 14 hari sejak 28 Desember di bawah pengawasan puskesmas serta Satgas Covid-19. Jadi, dipastikan penerapan protokol kesehatan serta karantina secara disiplin,” katanya.

Sementara itu, Penderita TGO melakukan isolasi mandiri di rumah yang berbeda (beda blok) dengan keluarga lainnya dengan pengawasan ketat. Sabtu (1/1), Dinkes Surabaya serta puskesmas setempat melakukan pemantauan kondisi kesehatan TYC yang diisolasi di rumah sakit dengan hasil tidak ada keluhan serta kondisi baik.

Baca juga :  Menag Tegaskan Pemerintah Takkan Stop Pemberangkatan Jamaah Umrah

“Kami memastikan pemantauan karantina pada kontak erat dilakukan sampai tuntas serta memastikan pelaksanaan swab ulang pada yang teridentifikasi dengan metode RT-PCR,” tuturnya.

Terkait temuan ini, dr Erwin mengimbau masyarakat supaya tidak panik serta tetap tenang. Yang terpenting, segera melakukan vaksinasi Covid-19 untuk kelompok rentan serta lansia. “serta, tidak perlu bepergian ke luar daerah jika tidak mendesak. Terus tegakkan protokol kesehatan,” tuturnya.

Terpisah, Direktur RSUD dr Soetomo Surabaya dr Joni Wahyuhadi mengatakan, saat ini rumah sakit milik Pemprov Jatim ini sedang merawat empat Penderita Covid-19 varian Delta. Semuanya bergejala ringan hingga sedang sehingga tidak di ruang ICU. “Saat ini dirawat di Ruang Isolasi Khusus (RIK) 7,” katanya.

Baca juga :  Koruptor Rp 120 M Diringkus di Gubeng setelah Buron 15 Tahun

Joni menjelaskan, RIK 7 di RSUD dr Soetomo tersedia 350 tempat tidur. Hal itu dipersiapkan untuk antisipasi jika terjadi peningkatan kasus. “Saya berharap tidak ada peningkatan. Jadi, tetap harus tetap hati-hati,” katanya.

Menurut dia, RSUD dr Soetomo yang sebagai rujukan tertinggi sudah siap. Dengan ruang ICU lebih dari 60 tempat tidur, kemudian ruangan untuk antisipasi 745 bed. Sedangkan ITD sebanyak 350 tempat tidur. “Mudah mudahan tidak terpakai,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebab, Covid-19 varian Omicron sudah ada di Jawa Timur, tepatnya di Surabaya. “Saya sudah koordinasi dengan menkes, Pangdam V Brawijaya, serta Polda Jatim supaya dapat dilakukan antisipasi serta penanganan,” katanya. (mus/rek)

Sumber »

Must Read

Related News