32 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPemkot Fokuskan Anggaran 2022 untuk Atasi Banjir serta Genangan 

Pemkot Fokuskan Anggaran 2022 untuk Atasi Banjir serta Genangan 

SURABAYA – Permasalahan banjir di Surabaya hingga kini masih belum tuntas 100 persen meski pelebaran saluran, pengerukan sedimen hingga pembuatan bozem dilakukan. Selama tahun 2021 masih terjadi banjir di beberapa tempat, termasuk kawasan yang menjadi langganan selama ini.

Pemkot Surabaya akan terus mengatasi permasalahan banjir di Surabaya di tahun 2022. Apalagi Badan Meteorologi Klimatologi serta Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas tinggi terjadi hingga Februari 2022.

Oleh disebabkan itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, Pemkot Surabaya bersama Pimpinan DPRD Kota Surabaya sepakat untuk fokus menyelesaikan permasalahan banjir.

“Kami sudah bahas bersama DPRD, kita akan cari hulunya. Banjir ini tidak dapat diselesaikan (dengan hanya saluran dikeruk), disebabkan Surabaya ini air rob tinggi, curah hujan empat kali lipat dari (informasi) BMKG,” kata Eri.

Ia memastikan anggaran tahun 2022 juga dipergunakan untuk mengatasi permasalah banjir. Sehingga Surabaya dapat terbebas dari banjir. “Insya Allah anggaran tahun 2022, kita sepakat dengan DPRD fokus ke daerah-daerah yang ada banjir serta genangan langsung selesai. Harapannya kita Forkopimda, hujan tidak ada genangan. Ayo diselesaikan bareng-bareng,” tegasnya.

Baca juga :  Tahun 2022, PIP Optimis Salurkan Pembiayaan Ultra Mikro ke 2 Juta Debitur

Bagi Eri, satu-satunya jalan untuk menyelesaikan banjir ialah dengan mencari hulu sungai di setiap wilayah. Misalnya, banjir yang sebelumnya sempat menggenang kawasan Lontar dapat diselesaikan dengan cara membuat tampungan air berupa bozem.

“Nah, sekarang kita lihat serta cari hulunya, berarti harus ada tampungan air. Seperti di Lontar, ada bozem. Kemudian, di depan Unesa sudah tidak banjir, soalnya kita alirkan ke Kali Makmur,” katanya.

meski begitu, Eri mengakui, saat hujan deras turun, sejumlah kawasan di Kota Surabaya kerap terjadi banjir serta langsung surut. Maka, selain dilakukan pengerukan saluran, tentu saja persoalan ini harus diselesaikan dengan cara lain.

Seperti misalnya, memperbesar saluran atau membuat saluran baru yang dapat langsung menuju ke sungai utama. “Berarti untuk menyelesaikan banjir, tidak dapat kalau (misal), oh di (kawasan) sana banjir, langsung ke sana dikeruk, tidak dapat,” ungkap dia.

Baca juga :  Antisipasi Omicron, Swab PCR Sasar Kampung di Surabaya

Ia mencontohkan juga di kawasan Ketintang yang merupakan rumah kediamannya, juga kerap banjir saat hujan deras turun. Nah, khusus untuk masalah kawasan ini, memang dikarenakan sungai Ketintang Madya yang terkoneksi dengan Wonocolo merupakan aliran irigasi untuk sawah.

Sementara saat ini, kawasan yang dulunya merupakan area persawahan tersebut, sudah dibangun rumah-rumah warga.

“Daerah Ketintang itu dulu irigasi, sehingga kalau (dulu) air masuk ke sungai dialirkan ke sawah-sawah. Kalau sekarang sawahnya sudah jadi rumah, maka harusnya dibalik, yang awalnya mengalir ke irigasi, harus mengalir ke sungai,” terangnya.

untuk menyelesaikan banjir di kawasan Ketintang, pihaknya akan membangun saluran yang dapat langsung mengalirkan air ke sungai Rolak Gunungsari. Pembangunan saluran ini diharapkan ke depan dapat mengurangi beban sungai irigasi yang menuju ke Wonocolo.

Baca juga :  PT Patra Jasa Eksekusi Aset Berupa Tanah serta Bangunan di Surabaya

“Jadi Insya Allah tahun 2022 seperti itu. Kita tahu masalahnya, hulunya apa, oh di sana. Jadi kita buatkan got (saluran) yang masuk langsung ke Kali Rolak Gunungsari,” katanya.

Di samping menangani banjir dengan berpedoman pada hulu, Cak Eri juga mengimbau masyarakat supaya dapat mengubah kebiasaan hidup dengan tak lagi membuang sampah di sungai. Permasalahan banjir tidak dapat diselesaikan sendiri, pemerintah perlu kerja sama dengan masyarakat untuk jaga lingkungan. “Saluranya sudah besar tapi masih saja ada sampah. Kemarin (30/12), itu rumah pompa yang ketutup sampah. Inilah yang terus kita edukasi supaya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.

Ia juga memerintahkan semua lapisan OPD serta kelurahan untuk turun memberikan edukasi pada masyarakat. “Edukasi ini dari semua lapisan OPD serta kelurahan yang harus turun,” pungkasnya. (rmt/nur)

 

Sumber »

Must Read

Related News