28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraOptimis Tumbuh Double Digit, Siantar Top Siap Tingkatkan Kapasitas Produksi

Optimis Tumbuh Double Digit, Siantar Top Siap Tingkatkan Kapasitas Produksi

SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi Covid 19, tetapi PT Siantar Top Tbk optimis tahun 2022 mampu meningkatkan penjualan double digit. Sebab itu, tahun depan emiten berkode STTP ini akan belanja modal (Capex) sebesar Rp 350 miliar untuk meningkatkan kapasitas produksinya.

Menurut Agus Suhartanto, Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, pandemi Covid 19 membuat situasi bisnis masih belum menentu. tetapi begitu, pihaknya tetap yakin tahun 2022 kondisinya akan lebih baik. Sebab itu, kapasitas produksi harus ditingkatkan.

“Saat ini utlisasi mesin produksi sudah mencapai 80 persen. disebabkan itu, kapasitas produksi tahun depan harus ditambah untuk mengantisipasi pertumbuhan market,” kata Agus Suhartanto, Rabu (29/12).

untuk itu, tahun depan pihaknya akan belanja modal (capex) sebesar Rp 350 miliar. Dana tersebut akan dipergunakan di beberapa pos seperti investasi project senilai Rp 175 miliar serta untuk anak usaha sebesar Rp 75 miliar. Selain itu juga untuk perluasan pabrik yang akan menelan dana Rp 100 miliar.

Baca juga :  Segera Relokasi Ratusan Pedagang ke Pasar Turi Baru

“Dengan investasi baru ini kami harapkan pada tahun depan ada tambahan kapasitas produksi 20 persen dari yang ada sekarang. Kami masih optimis tahun depan market akan tumbuh double digit,” tambahnya.

Suwanto, Direktur PT Siantar Top Tbk menambahkan, untuk mengantisipasi pertumbuhan market tahun depan, pihaknya akan melakukan beberapa langkah strategis. Selain melakukan diversifikasi produk dengan rencana merilis 5 produk baru, juga akan memperkuat jalur distribusi terutama di Indonesia Timur.

Tahun depan pihaknya akan semakin konsen menggarap pasar di Indonesia Timur. Sebabmasih ada beberapa daerah yang belum terjangkau produk perseroan. Sebab itu, jalur distribusi harus diperkuat sehingga penyebaran produk akan semakin merata di Indonesia.

Baca juga :  Tracing 36 Siswa serta 56 Guru SMAN 22 Surabaya, PTM Terancam

Selain itu, pihaknya juga terus memperkuat pasar ekspor. Sebab meskipun masih pandemi, tetapi ekspor perseroan tahun 2021 masih tumbuh 16,5 persen. Beberapa negara target utama ekspor masih di Kawasan Asia seperti China, Korea, Taiwan, Vietnam. Selain itu juga tetap menggarap market di Timur Tengah, Australia serta Afrika.

“Tahun ini harusnya ekpsor tumbuh lebih besar lagi. tetapi disebabkan kelangkaan container serta juga adanya kenaikan freight cost, sehingga ekspor hanya tumbuh 16,5 persen,” katanya.

Terkait kinerja tahun 2021, Agus Suhartanto mengatakan, pihaknya tetap optimis tahun ini penjualan dapat tumbuh double digit. Hingga September 2021, pihaknya berhasil meraih penjualan sebesar Rp 3,04 triliun naik tipis 8,06 persen dari tahun lalu di periode yang sama yakni Rp 2,8 triliun.

Baca juga :  Lewat KWE Geblak Jambangan, IT Surabaya Raih Proper Emas 2021 dari KLHK

tetapi kenaikan penjualan tersebut tidak dibarengi dengan pertumbuhan laba bersih perseroan. Sebab periode September 2021, perseroan mencatat laba bersih Rp 433 miliar, turun tipis 9,6 persen dari tahun lalu di periode yang sama senilai Rp 479 miliar. Penurunan laba tersebut disebabkan tergerus beban usaha yang meningkat akibat kenaikan harga bahan baku serta sumber energi naik signifikan.

“Tapi kami masih optimis tahun ini dapat tumbuh double digit. Hingga awal Desember tahun ini, growth-nya sudah 9,08 persen. Jadi sisa 0,02 persen saja. Kami yakin dapat mencapai hingga akhir tahun ini,” tandas Agus Suhartanto. (fix/jay)

Sumber »

Must Read

Related News