28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraIndah Harini Kuasai Dana Bukan Haknya, Pengamat: Itu Tindakan Penggelapan!

Indah Harini Kuasai Dana Bukan Haknya, Pengamat: Itu Tindakan Penggelapan!

JAKARTA – Kasus yang dialami oleh Indah Harini perlu dicermati dari aspek hukum lebih lanjut. Indah menerima dana dalam jumlah besar di rekening tabungannya sebesar lebih dari Rp30 miliar.

Kasus ini bermula saat Indah yang merupakan salah satu nasabah BRI mendapati adanya uang yang masuk dalam rekening BRI-nya pada November 2019 yang jumlahnya mencapai GBP 1.714.842 atau setara lebih dari Rp30 miliar.

Kendati demikian, Desember 2019, Indah memindahkan dana yang diterimanya ke rekening Deposito Berjangka serta memindahkannya ke bank lain. Kemudian, dana tersebut Indah gunakan untuk keperluan pribadinya selama periode 2019-2020. Upaya Indah yang tidak memiliki itikad baik serta enggan mengembalikan dana yang diterimanya ini dapat dikatakan sebagai tindakan penggelapan.

Baca juga :  Ini Gebrakan yang Disiapkan Dirut RPH Surabaya yang Mantan Wartawan 

Praktisi Hukum Rinto Wardana menjelaskan, penguasaan dana yang dilakukan Indah dapat dijerat pasal 85 UU No. 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana yang berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja menguasai serta mengakui sebagai miliknya dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Terlebih, Indah secara sadar menerima dana yang bukan haknya tersebut. Itikad baik pun tidak ditunjukkan Indah untuk mengembalikan dana, meskipun pihak bank telah berupaya secara persuasif untuk melakukan pengembalian dana tersebut. Seharusnya Indah segera mengembalikan dana tersebut ketika bank memberitahukan pada yang bersangkutan bahwa dana tersebut bukan haknya.

Baca juga :  Hotel Singgasana Dieksekusi gegara Nunggak Sewa Lahan Rp 58 M

“Jadi harus selalu diulang-ulang disampaikan pada masyarakat bahwa itu bukan mengakibatkan uang yang masuk ke rekening mereka itu menjadi hak mereka,” kata Rinto.

Rinto yang mendapatkan gelar doktor hukum dengan Prof. Dr. Indriyanto Seno Adji sekaligus aktif sebagai anggota Dewan Pengawas KPK serta Guru Besar Pusdiklat Kejaksaan Agung menjelaskan, “Itu ada tindak pidananya lagi selain Pasal 85 UU No. 3 Tahun 2011. Jadi pasal berlapis. Ini namanya penggelapan disebabkan dia menguasai dana orang lain yang patut dia ketahui itu bukan uang dia,” ungkapnya.

disebabkan masalah tersebut, Indah kemudian dilaporkan BRI ke Polda Metro Jaya serta telah ditetapkan menjadi tersangka. Melalui kuasa hukumnya dari kantor hukum Mastermind & Associates, Indah menggugat balik BRI sebesar hampir Rp1 triliun atas kerugian materiil serta immateriil akibat kasus tersebut yang menyebabkan dirinya dijadikan sebagai tersangka.

Baca juga :  Ayu Ting Ting Ingin Pacaran tapi Ditentang Anak

Melihat hal itu, Rinto menjelaskan bahwa Indah dapat diproses hukum disebabkan dianggap telah melakukan tindak pidana pencucian uang atas upayanya menggunakan serta mengubah dana yang bukan haknya tersebut.

“Itu sudah berlapis. Jadi ini tidak dapat dianggap remeh. disebabkan memang tindak pidana pokoknya ialah masalah di Pasal 85 Undang-Undang No. 3 Tahun 2011, kemudian tindak pidana penggelapan di dalam KUHP, ditambah dengan tindak pidana pencucian uang. Jadi sepanjang dia tidak memberikan bukti bahwa uang itu ialah uang dia maka dia dapat dikenakan tiga pasal itu,” kata Rinto menegaskan. (*/jay)

Sumber »

Must Read

Related News