28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraAnak Gajah si Dumbo Mati, Manajemen KBS Diadili Komisi B serta BKSDA

Anak Gajah si Dumbo Mati, Manajemen KBS Diadili Komisi B serta BKSDA

SURABAYA – Kematian Dumbo, anak gajah koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS), masih menyisakan masalah. Gajah tersebut mati akibat virus Elephant herpesvirus berdasar hasil otopsi laboratorium satwa di Bogor.

Gara-gara kematian si Dumbo itu, Komisi B DPRD Surabaya memanggil Dirut PDTS KBS untuk menjelaskan kronologi kematian satwa berusia 2,5 tahun itu, Senin (27/12). Dirut PDTS KBS Choirul Anwar pun berbicara di hadapan wakil para rakyat. Menurut dia, kematian Dumbo diketahui pada Rabu (15/12) setelah sakit serta nafsu makan hilang.

“Ketika itu sudah diberikan terapi pada 14 Desember. Gajah Dumbo sudah terlihat tidak punya nafsu makan. tetapi, keesokan harinya sudah tidak bernyawa,” jelasnya.

Pihaknya baru mengabarkan pada BKSDA Jatim pada 17 Desember. Ia menyebut selama ini kandang-kandang satwa, terutama gajah, setiap hari dibersihkan. Asupan makanan pun lancar. disebabkan itu, ia membantah ada keteledoran pihak KBS. “Buktinya, hasil laboratorium itu matinya gajah Dumbo disebabkan virus,” tuturnya.

Baca juga :  Hotel Singgasana Dieksekusi gegara Nunggak Sewa Lahan Rp 58 M

Tak hanya gajah Dumbo saja. Gajah lain bernama Gonzales juga terindikasi kena virus sehingga dipisahkan serta diisolasi. “Alhamdulillah, kondisi Gonzales sudah baik,” katanya.

Kematian satwa di KBS tahun 2021 ini tidak hanya pada gajah saja, tapi juga orangutan. tetapi, Choirul enggan memberikan jawabannya atas kematian orangutan. “Itu kan sudah lama. Gak usah dibahas. Kami sudah laporkan ke BKSDA,” ujar Choirul.

Dalam hearing kemarin, Komisi B juga memanggil Kabid KSDA Wilayah II BKSDA Jatim Wiwied Widodo. Menurut Wiwied, KBS telah melanggar disebabkan tidak memberikan informasi atas kematian gajah lebih cepat. Seharusnya ketika gajah mati pihak KBS langsung melaporkan, tidak lebih dari delapan jam. Apalagi ada aplikasi untuk monitoring hewan yang bernama Sehatsatli (sehat satwa liar).

“Pelanggarannya, ya hanya terlambat menginformasikan pada kami. Kematian gajah Dumbo memang terbukti disebabkan virus, bukan disebabkan racun,” ujar Widodo.

Baca juga :  Tahun 2022, PIP Optimis Salurkan Pembiayaan Ultra Mikro ke 2 Juta Debitur

Pihak BKSDA sudah memberikan surat teguran pada KBS supaya tidak terlambat dalam pelaporkan satwa yang mati atau sakit. KBS akan selalu dicek selama satu tahun ke depan. “Apabila tetap tidak memberikan laporan, maka kami akan cabut izin konservasi,” tegasnya.

Ia menjelaskan, lembaga konservasi seperti KBS punya kewajiban untuk melaksanakan pelaporan atas perkembangan satwa. “Ada beberapa aplikasi yang dapat menjadi catatan sehingga bias segera ada penanganan,” imbuhnya.

Kematian si Dumbo, menurut Widodo, seharusnya segera dilaporkan. Tidak perlu menunda terlalu lama. “Kalau kategorinya satwa dilindungi negara seperti gajah harus dilaporkan segera,” tambahnya.

Kepala Seksi Pengawetan Eksitu Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutan (KLHK) Desy Satya Chandradewi mengatakan, virus langka yang menyerang gajah Dumbo tersebut memang sering menular pada gajah-gajah muda. Terlebih pada musim hujan. disebabkan itu, ia minta manajemen KBS untuk memperbaiki lingkungan. “Termasuk interaksi pengunjung dengan gajah yang muda,” katanya.

Baca juga :  Menag Tegaskan Pemerintah Takkan Stop Pemberangkatan Jamaah Umrah

Pihaknya minta supaya gajah-gajah berusia muda di KBS dikarantina dulu. supaya tidak berinteraksi dengan manusia. “Umur rentan terkena virus itu bayi serta usia di bawah 10 tahun,” jelasnya. Elephant herpesvirus kali pertama menyebar di Indonesia tahun 2010 di Way Kambas, Lampung.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno mengatakan, kematian gajah Dumbo di KBS terkesan ditutupi. Seharusnya disampaikan supaya publik mengetahui kondisi perkembangan satwa-satwa KBS. “Perkara teknis hasil laboratorium itu dapat menyusul. Keterbukaan itu penting supaya tidak menimbulkan kabar miring,” ujar Anas.

Ke depan Komisi B lebih sering melakukan sidak di KBS. Tidak hanya itu. Pihaknya juga akan melakukan audit anggaran KBS. (rmt/rek)

Sumber »

Must Read

Related News