28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraAsrama Haji Surabaya Siap Karantina Ribuan PMI Awal 2022

Asrama Haji Surabaya Siap Karantina Ribuan PMI Awal 2022

SURABAYA – Ribuan pekerja migran Indonesia (PMI) bakal kembali ke tanah air melalui Bandara Internasional Juanda. Asrama Haji Sukolilo kembali menjadi tempat karantina PMI sebelum kembali ke tempat asalnya. Rencananya, karantina akan dibuka mulai 2 Januari 2022.

PMI yang tiba di Bandara Juanda langsung dibawa ke Asrama Haji Sukolilo untuk menjalani karantina selama 10 hari. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun mengecek kesiapan Asrama Haji Sukolilo. Budi mengatakan, karantina PMI itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron.

“Kapasitas asrama haji 1.376 bed sangat cocok untuk tempat karantina bagi PMI sebelum pulang ke tempat asalnya,” kata Budi, Minggu (26/12).

meski demikian, menurut dia, masih dibutuhkan banyak kamar untuk menampung TKI yang jumlahnya diprediksi mencapai 2.000 lebih. disebabkan itu, pemerintah akan menambah gedung Badiklat Kemenag yang kapasitasnya 213 bed serta LPMP Ketintang 160 bed. Selain itu, ada gedung BPWS dengan kapasitas 242 bed.
“Kami juga minta untuk menambah kamar apabila dirasa kurang. Dengan mencari hotel-hotel yang dapat untuk dipergunakan karantina PMI,” jelasnya.

Baca juga :  Erika Carlina Ngaku Di-DM Charlie Puth

Selama di Asrama Haji, Budi juga mengecek kebersihan kamar serta lingkungan hingga pelayanan. Ia minta supaya selama proses karantina PMI tidak boleh keluar asrama haji. Sebelumnya PMI masih bebas keluar tempat karantina untuk bertemu keluarga serta membeli berbagai kebutuhan di luar tempat karantina.’

“Kami waspadai Omicron dengan lebih ketat. Mereka tidak boleh keluar karantina. Sebelum selesai masa karantinanya langsung dipulangkan ke daerah asal PMI,” tegasnya.

Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Sugianto menegaskan, pihaknya siap menampung PMI asal Jatim di Asrama Haji. Kapasitas 344 kamar dengan 14 gedung dapat menampung para PMI yang datang. “Insya Allah, kami siap untuk kedatangan PMI yang rencananya 2 Januari,” ujar Sugianto.

Baca juga :  Yamaha Fazzio, Teknologi Hybrid Connected Termurah di Indonesia!

Menurut dia, ada yang beda dalam proses karantina PMI awal Januari nanti. Pemerintah minta satu kamar dihuni dua orang. Sebelumnya dapat dipergunakan untuk tiga orang. “Jadi, sangat kurang apabila sehari ada 100 orang yang datang. Apalagi satu orang akan menjalani karantina selama 10 hari. Maka, butuh 100 bed selama 10 hari,” tuturnya.

Sugianto menjelaskan, gedung yang akan dipergunakan tidak termasuk Zam-Zam serta Shofa. Sebab, dua gedung tersebut masih dipergunakan Pemkot Surabaya untuk Penderita isolasi Covid-19. “Tapi, tidak menutup kemungkinan ketika nanti dinyatakan landai pasca Nataru, kemungkinan akan dikembalikan dua gedung tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto mengatakan, pihaknya siap mengamankan kebijakan pemerintah pusat. Khususnya terkait antisipasi masuknya varian Omicron dari luar negeri.
“Intinya, kami dengan seluruh instansi di Jatim, Kapolda, Gubernur, serta seluruh instansi terkait siap untuk membantu serta siap melaksanakan tugas pemerintah pusat,” katanya. (rmt/rek)

Baca juga :  Kelas Pintar Siap Bantu Sekolah Berbasis Teknologi di Jawa Timur

Sumber »

Must Read

Related News