28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraKhofifah Imbau Batasi Mobilitas, Pemprov Terapkan Random Check saat Nataru

Khofifah Imbau Batasi Mobilitas, Pemprov Terapkan Random Check saat Nataru

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengimbau seluruh masyarakat untuk membatasi mobilitas menjelang masa Natal 2021 serta Tahun Baru 2022 (Nataru).

Imbauan tersebut diikuti dengan beberapa upaya konkret di sektor transportasi serta pariwisata untuk mengantisipasi masuknya gelombang ketiga varian baru Covid-19.

“Nataru ini, saya mohon seluruh warga Jawa Timur tetap dapat meminimalisir mobilitasnya. Sebab, pengalaman tahun lalu ketika ada masa libur maka 14 hari kemudian  cenderung terjadi lonjakan,” ujar Khofifah di Surabaya , kemarin.

Menurutnya, imbauan ini perlu digaungkan sebagai pengingat pada masyarakat bahwa melandainya kasus Covid-19 di Indonesia, khususnya di  Jawa Timur, tidak serta merta dirayakan dengan euforia  menjelang Nataru. Akan tetapi, sambungnya, tetap dengan kewaspadaan, kehati-hatian serta menerapkan protokol kesehatan.

“Kembali saya tekankan, mobilitas selama masa Nataru dilakukan secara sederhana saja. Masyarakat perlu serta harus waspada dengan munculnya virus varian baru yang sudah mulai mewabah di lebih lima puluh negara di dunia. Bahkan, beberapa negara di Eropa sudah melakukan pembatasan mobilitas,” tuturnya.

Baca juga :  Nagita Slavina Kesandung Video 61 Detik

Tidak sekadar mengimbau masyarakat, mantan menteri sosial ini menjelaskan, dibutuhkan langkah-langkah konkret untuk mengantisipasi masuknya Covid-19 varian baru tersebut. Salah satunya dengan melakukan penjagaan serta pengawasan melalui pos pelayanan serta  pengamanan  di sektor transportasi, pariwisata serta tempat  publik lainnya.

“Dinas Perhubungan Provinsi Jatim sudah melakukan pemetaan, mulai jalur darat, laut serta udara. Termasuk melakukan penebalan petugas saat operasi lilin serta pengecekan di beberapa titik yang sudah direncanakan Dishub Jatim bersama Polda Jatim,” katanya.

Melalui Dinas Perhubungan Jatim, Khofifah menjelaskan beberapa strategi membatasi mobilitas masyarakat saat Nataru. Yakni dilakukan random check pemeriksaan acak dokumen persyaratan perjalanan meliputi kartu vaksin dosis lengkap, hasil negatif rapid antigen serta penerapan aplikasi PeduliLindungi.

Kemudian, tetap dilakukan Pemeriksaan Persyaratan Dokumen Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) sesuai SE. Satgas Nomor 22 Tahun 2021 yang menggunakan moda transportasi umum, baik darat, laut serta udara. “Itu di terminal bus, stasiun kereta api, terminal penumpang penyeberangan, pelabuhan laut serta di bandara tetap diberlakukan syarat tersebut,” jelasnya.

Baca juga :  Polisi Buru Pembuang Bayi di Simolawang

Lalu, pengaturan pergerakan kendaraan pribadi serta sepeda motor dengan penerapan ganjil genap pada Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) dilakukan secara situasional. Disesuaikan angka ganjil genap tanggal pada saat itu, yang akan diberlakukan di wilayah aglomerasi, ibu kota provinsi serta area wisata serta wilayah lain sesuai peningkatan mobilitas masyarakat dibawah koordinasi Satlantas Polri.

Sementara untuk jumlah penggelaran pos, Gubernur Khofifah menyebut ada tiga pos yang disiapkan, yakni Pos Pengamanan (Pos PAM), Pos Pelayanan (Pos YAN) serta Pos Pelayanan Rest Area. “untuk Pos PAM berjumlah 162 pos, Pos YAN sebanyak 50 pos serta Pos YAN Rest Area sebanyak 7 pos,” katanya.

Tugas serta tanggung jawab Pos PAM ialah pengawasan terhadap prokes di lokasi wisata, pusat perbelanjaan, serta pusat keramaian. Pengawasan terhadap kapasitas pengunjung apabila melebih 75 persen dilakukan penutupan sementara. Penerapan plat nomor ganjil-genap pada ruas jalan. Melakukan giat pembubaran kerumunan pada malam tahun baru 2022.

Baca juga :  Omicron Meningkat, Gubernur minta Aktifkan Kembali Isoter di Jatim

“Sedangkan tugas serta tanggung jawab Pos YAN antara lain penerapan screening aplikasi peduli lindungi di kawasan pos pelayanan, menyediakan pelayanan vaksinasi dosis 1 serta 2, pengawasan terhadap prokes serta giat simpatik pembagian masker serta sembako serta Melakukan giat pembubaran kerumunan pada malam tahun baru 2022,” terangnya.

Adapun rencana penggelaran Pos PAM serta Pos YAN lintas selatan meliputi, Pasuruan-Malang-Tulungagung-Trenggalek-Ponorogo-Pacitan. Kemudian lokasi Pos PAM serta Pos YAN jalur Tapal Kuda meliputi Probolinggo-Lumajang-Bondowoso-Jember-Banyuwangi. Lalu Pos PAM serta POS YAN jalur lintas Madura meliputi, Bangkalan-Sampang-Pamekasan-Sumenep. (mus/opi)

Sumber »

Must Read

Related News