28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraCari Bocah Tenggelam di Karang Pilang, Kerahkan 15 Penyelam

Cari Bocah Tenggelam di Karang Pilang, Kerahkan 15 Penyelam

SURABAYA – Seorang bocah berinisial JAG, 10, warga Jalan Mastrip Nomor 37-A, Karang Pilang, Surabaya, yang tenggelam di Kali Surabaya belum ditemukan. Sejak Jumat pagi (24/12), petugas gabungan melakukan penyisiran dengan perahu karet serta penyelaman.

Hingga pukul 16.30, korban masih belum ditemukan. Komandan Tim Operasi Pencarian Basarnas Surabaya Farid Kurniadi mengatakan, sebanyak 15 orang penyelam melakukan pencarian sejak Jumat pukul 07.00.

“Metode penyelaman bergantian damkar, linmas, basarnas, serta ada standby perahu karet, yang berada di atasnya. Sebagai safety officer, serta pembantu,” ujar Farid pada wartawan, Jumat (24/12).

Dia menjelaskan, selain melakukan penyelaman, petugas SAR Gabungan juga melakukan penyisiran menggunakan perahu. Penyisiran dilakukan mulai dari titik awal korban diduga jatuh tenggelam hingga ke arah Rolak Jambangan.

Baca juga :  Dapat Alokasi Rp260 Triliun, Ini Strategi BRI Capai Target KUR 2022

“meski arus permukaan di atas tenang, tapi di dalam arusnya cukup kencang,” sebutnya. Farid membeberkan, dari analisis serta monitoring anggota tim SAR, di titik awal korban tenggelam serta sekitarnya terdapat pohon tumbang serta masih ada akarnya.

“Ada kemungkinan korban nyangkut di situ (akar pepohonan),” terangnya. meski tidak mudah, Farid optimistis jasad anak hilang itu dapat ditemukan.

Sebelumnya, seorang bocah laki-laki JAG, 10, diduga tenggelam di Kali Surabaya, Jalan Mastrip 37-A, Karang Pilang, Surabaya, Kamis (23/12) sekitar pukul 15.30. Korban diduga tenggelam saat bermain air di belakang rumahnya yang tepat berada di tepi sungai.

Berdasarkan informasi, JAG diketahui hilang oleh keluarganya, sekitar pukul 15.30. Saat itu korban hendak diajak berobat keluarganya. tetapi, korban dicari sudah tidak ada di dalam rumah.

Baca juga :  Dibekuk Bhayangkara FC 2-1, Persebaya Gagal Ambil Peluang Pimpin Klasemen 

Tante korban, Yeni, mengatakan bahwa saat kejadian semua keluarga sedang tidur siang. Pintu rumah depan terkunci. “Entah main atau apa belum tahu. Sandalnya ada di tepi sungai situ,” ucapnya.

Kakek korban Bambang Soejanto menyatakan bila JAG tidak mungkin keluar rumah melalui pintu depan. “Mungkin mainan air kepleset, nggak ada orang (yang tahu) disebabkan semua tidur,” terangnya.

Ia menyebut JAG memiliki dua saudara. Saat ini JT duduk di bangku kelas V SDK Santo Yosef, Surabaya. “Keseharian aktif, kuat, sehat,” paparnya. (rus/rek)

Sumber »

Must Read

Related News