31 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantarauntuk Pengembangan serta Percepatan Perizinan Usaha Mikro Kecil (UMK)

untuk Pengembangan serta Percepatan Perizinan Usaha Mikro Kecil (UMK)

SURABAYA – Gojek mengapresiasi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (Kemeninves/BKPM) atas dijalankannya program percepatan pemberian NIB (Nomor Induk Berusaha) bagi Usaha Mikro serta Kecil (UMK). Bimbingan yang disediakan dalam program ini, sangat membantu UMK – tidak hanya untuk memperoleh legalitas usaha, tetapi juga untuk meningkatkan skala usaha serta daya saing.

Melalui program ini, mitra Gojek mendapatkan kemudahan dalam mendapatkan NIB, serta pembekalan pentingnya identitas serta legalitas berusaha. Adanya perizinan berusaha ini juga memudahkan UMK untuk mengembangkan usahanya serta memastikan bahwa UMK mendapatkan akses terhadap perlindungan hukum serta program bantuan/fasilitasi dari Pemerintah.

untuk mewujudkan hal ini, telah ditandatangani Nota Kesepahaman antara Gojek serta Kemeninves/BKPM tentang Sinergi Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, serta Menengah Berbasis Digital di Indonesia pada tanggal 29 Juli 2021 yang lalu.

untuk Pengembangan serta Percepatan Perizinan Usaha Mikro Kecil UMK

Sebagai bentuk komitmen Gojek terhadap pengembangan UMKM di Indonesia, Gojek turut berpartisipasi dalam acara  Penerbitan serta Pembagian Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi Para Pelaku Usaha Mikro & Kecil (UMK) yang diselenggarakan oleh Kemeninves/BKPM pada hari Rabu (22/12) yang dihadiri oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM – Bahlil Lahadalia, Menteri Koperasi serta UKM – Teten Masduki, Menteri BUMN –  Erick Tohir serta Wakil Gubernur Jawa Timur – Emil Dardak serta perwakilan dari Gojek, Tokopedia serta beberapa perusahaan lainnya.

Baca juga :  Vaksinasi Booster Dilanjutkan, Dinkes Surabaya Bidik 106 Ribu Lansia

Turut hadir Gautama Adi Kusuma, – VP Public Policy & Government Relations (PPGR) Regional Gojek, Dena Natalia – District Head Gojek Surabaya Raya serta dua Mitra UMK GoFood dalam acara pemberian NIB ini Elisa Setya Dewi, pemilik Goocha Boba Surabaya (minuman boba),  Erna Widyawati, pemilik Depot Angrid, Sememi (warung nasi bakar serta penyetan).

Gautama Adi Kusuma, VP Public Policy & Government Relations (PPGR) Regional Gojek mengatakan, “Gojek berkomitmen untuk terus mendukung mitra UMK dalam mengembangkan usahanya. Melalui kerjasama dengan Kemeninves/BKPM ini, mitra UMK kami sangat terbantu dalam mendapatkan NIB serta mengetahui manfaat dari kepemilikan NIB.”

“Selain dengan Kemeninves/BKPM, Gojek terus mengembangkan kerjasama dengan badan Pemerintah lainnya dalam program percepatan perizinan usaha bagi UMK, salah satunya dengan Kemenkop UKM melalui program Transfumi (Transformasi Formal Usaha Mikro), BPJPH untuk pendampingan sertifikasi halal bagi UMK, serta BPOM untuk pendampingan perizinan usaha kuliner,” jelas Adi.

Baca juga :  Sopir Truk Dibebaskan setelah Berdamai dengan Korban

1640211439 319 Untuk Pengembangan serta Percepatan Perizinan Usaha Mikro Kecil UMK

Sementara itu, Elisa Setya Dewi – mitra UMK GoFood, pemilik Goocha Boba Surabaya menjelaskan, “Saya sangat antusias untuk dapat mendapatkan NIB ini disebabkan banyak keuntungan yang dapat saya peroleh seperti usaha saya diakui serta dilindungi Pemerintah serta dapat mendapatkan akses kredit perbankan untuk meningkatkan usaha saya. Bimbingan yang disediakan dalam program ini sangat membantu UMK seperti yang saya miliki ini, sehingga selain memperoleh legalitas usaha juga meningkatkan skala usaha serta daya saing usaha”.

Di sisi lain Adi, menegaskan, “Sebagai upaya memperkuat dukungan pada UMKM, Gojek turut membantu pelaku UMKM Mitra Gojek yang telah dibantu proses perizinan usahanya, dengan memberikan pelatihan digital serta pembekalan keterampilan dalam  ekosistem Gojek. Hal ini merupakan komitmen kami dalam mendukung UMKM #BangkitBersama serta mendukung Pemerintah dalam mewujudkan target digitalisasi 30 juta UMKM di tahun 2024”.

Ekosistem Gojek berdampak langsung terhadap kenaikan pendapat mitra. Rata-rata kenaikan mitra pelaku UMKM GoFood mencapai 66% dibandingkan 2020. Gojek menawarkan ekosistem dengan berbagai kemudahan untuk pelaku UMKM khususnya usaha mikro dalam mengembangkan bisnisnya. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah pengusaha pemula yang memanfaatkan GoFood hingga 47% dibandingkan periode sebelumnya sebesar 31%.  (LDUI 2021).

Baca juga :  Stimulus Diturunkan, Arebi Optimis Market Properti Akan Tumbuh 30 Persen

Lebih dari 250 ribu UMKM baru berhasil go-online serta bergabung ke Gojek sejak awal pandemi (selama Maret 2020-Mei 2021), dimana 43% merupakan pelaku bisnis pemula serta 90% berskala mikro. Mendukung serta mengembangkan UMKM menjadi perhatian tersendiri bagi Gojek untuk dapat berperan aktif mendorong UMKM go-online serta bertahan di tengah masa pandemi. Berkat kegigihan mitra UMKM serta bimbingan GoFood, sebanyak 88% mitra GoFood merasa kemitraannya dengan Gojek membantu untuk bertahan selama pandemi (LDUI 2021).

Kontribusi Gojek ke perekonomian Indonesia meningkat, terutama pada masa pandemi. Tahun ini, kontribusi ekosistem digital Gojek serta GoTo Financial (di luar Tokopedia) diperkirakan meningkat 60%, menjadi 1,6% dari PDB Indonesia, atau sekitar Rp 249 triliun (dibandingkan dengan 1% dari PDB Indonesia di 2019-2020). (*/jay)

Sumber »

Must Read

Related News