28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraTipu Pengadaan 70 Mobil, Dirut Diadili di PN Surabaya

Tipu Pengadaan 70 Mobil, Dirut Diadili di PN Surabaya

SURABAYA – Budi Kurniawan diseret ke meja hijau. Direktur Utama PT Gajah Mada Kekal (GMA) itu diduga melakukan penipuan terhadap pengadaan tender 70 mobil. Akibatnya, dia diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Kasus bermula saat Sriyono, kepala divisi fleet serta GSO PT Tunas Mobilindo Perkasa (TMP), mendapatkan informasi tentang tender pengadaan mobil dari Kementrian Pembedayaan Perempuan serta Perlindungan Anak (PPPA). Sriyono lalu menghubungi perusahaan yang bergerak di bidang Karoseri untuk mengikuti tender.

Akhirnya, Sriyono berkenalan dengan dengan Anthony Tjipta Hartawan selaku marketing PT Gajah Mada Kekal (GMA). Perusahan yang berada di Jalan Kedungturi, Taman, Sidoarjo, itu bergerak di bidang Manu Fakturing kendaraan (karoseri). Anthony lalu mengenalkan Sriyono Budi Kurniawan selaku dirut PT GMA.

Baca juga :  Kasus COVID-19 RI Bertambah 850 Orang, Penambahan Terbanyak Terjadi di DKI

“Terdakwa Budi Kurniawan menyanggupi permintaan saksi Sriyono untuk mengikuti tender tersebut,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lujeng kemarin.

Saat jatuh tempo pada 6 Maret 2020 lalu, Sriyono berniat mencairkan cek Bank Commonwealth. tetapi saat itu ditolak. Gegaranya saldo rekening Giro tersebut tak cukup. Sriyono pun melakukan penagihan pada Budi. tetapi, oleh Budi hanya dibayar melalui transfer pada PT TMP senilai Rp 1,250 miliar.

Kemudian ditransfer lagi sebesar Rp 1 miliar. tetapi, masih ada kekurangan sebesar Rp 7,4 miliar. PT TMP akhirnya menagih pada Budi atas kekurangan itu.

tetapi, hingga saat ini masih belum terbayarkan. Padahal, pihak Kementrian PPPA telah membayar lunas pengadaan 70 unit mobil tersebut. “Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur serta diancam pidana dalam pasal 378 KUHP,” imbuh Jaksa Lujeng.

Baca juga :  UDAH TAU BELUM SEKARANG DI INDOMARET MENJUAL BERBAGAI MACAM PRODUK SEGAR LOO… ADA SAYUR serta B…

Atas dakwaan itu, Budi lalu mengajukan eksepsi melalui penasihat hukumnya. tetapi, eksepsi tersebut ditolak majelis Hakim. Hakim Suparno dalam putusannya menyatakan menolak dalil-dalil eksepsi yang disampaikan oleh tim penasihat hukum Budi. (far/rek)

Sumber »

Must Read

Related News