29 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraModal Nasional & Ada Modal Kampanyekan Generasi Muda Anti Fintech Ilegal

Modal Nasional & Ada Modal Kampanyekan Generasi Muda Anti Fintech Ilegal

SURABAYA – Perkembangan teknologi yang ada pada saat ini semakin merambah ke semua bidang, salah satunya pada industri keuangan. Salah satu produk yang cukup banyak dipergunakan oleh masyarakat pada saat ini ialah Fintech Peer-to-Peer Lending (P2PL) atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Pinjaman Online’. Data yang tercatat hingga September 2021, total pinjaman yang telah terdistribusi ke pengguna Pinjaman Online berada di angka Rp 265,62 triliun dengan 104 penyelenggara fintech lending terdaftar serta berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Seiring dengan pertumbuhan penyaluran pinjaman, Survei Nasional Literasi serta Inklusi Keuangan (SNLIK) ketiga yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019 juga menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 38,03 persen serta indeks inklusi keuangan 76,19 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan hasil survei OJK pada 2016. Dalam hal ini, Jawa Timur ikut menyumbang tingkat literasi keuangan yang meningkat dari 35,6 persen menjadi 48,95 persen, seiring dengan meningkatnya indeks inklusi keuangan wilayah setempat dari 73,2 persen menjadi 87,96 persen.

Baca juga :  Jaga Keandalan di Musim Hujan, PLN Preventive Maintenance di Jaringan SUTT

untuk mendorong tingkat literasi serta inklusi keuangan Jawa Timur, PT Solusi Teknologi Finansial (Modal Nasional) serta PT Solid Fintek Indonesia (Ada Modal) berinisiasi mengadakan program serta kolaborasi industri fintech lending demi meningkatkan inklusi serta literasi keuangan digital, baik nasional maupun regional melalui webinar nasional yang dilakukan pada Rabu, 22 Desember 2021 dengan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya secara daring.

Tiara Kasih, Head Operational Modal Nasional mengatakan, “kami berharap melalui berbagai program inklusi serta literasi keuangan digital serta proses edukasi ini, generasi muda serta para konsumen serta UMKM Jawa Timur dapat lebih memahami peran serta pemanfaatan fintech lending.

Data dari Satgas Waspada Investasi (SWI) juga mengungkap pada periode Oktober 2021, sebanyak 116 entitas pinjol ilegal diblokir. Artinya, total platform yang ditutup sejak tahun 2018 sudah mencapai 3.631 pinjol ilegal.

Baca juga :  Minyak Goreng Membara, Rakyat Menderita

Denny Julianto, IT Staff Ada Modal juga menambahkan, “masyarakat harus tetap waspada saat ingin meminjam uang melalui pinjaman online, disebabkan tidak sedikit penyelenggara yang masih berstatus ilegal. Ada banyak tips yang dapat diterapkan sebelum melakukan pinjaman online, salah satunya pastikan lembaga tersebut legal berizin serta diawasi oleh OJK”.

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) selaku asosiasi fintech lending juga mendukung peran aktif platform fintech lending yang turut menyuarakan gerakan 5M, yang dimaksud ialah, pertama mengabaikan iklan menggiurkan dari pinjaman dengan bunga besar. Kedua, melakukan pengecekan pinjaman dari situs resmi OJK serta AFPI. Ketiga, memastikan legalitas serta rekam jejak digital platform pinjaman online. Keempat, meneliti syarat serta ketentuan pinjaman. Kelima, mewaspadai penyalahgunaan data pribadi. (*/jay)

Baca juga :  Gubernur Jatim minta Satgas Pangan Pastikan Keseragaman Harga Minyak Goreng

Sumber »

Must Read

Notes notes …

Related News