31 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraGajah Mati di KBS, KLHK Lakukan Investigasi

Gajah Mati di KBS, KLHK Lakukan Investigasi

SURABAYA – Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutan (KLHK) bersama Praktisi Satwa Liar Tenaga Pakar Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar, Eksotik, serta Aquatik meninjau Kebun Binatang Surabaya (KBS), Senin (20/12), atas kematian gajah Dumbo beberapa waktu lalu.

Kepala Seksi Pengawetan Eksitu KLHK Desy Satya Chandradewi mengatakan, kedatangan ke KBS untuk melakukan pengecekan terkait kematian gajah. Ia melakukan pengecekan di sekitar kandang untuk memastikan kelayakannya. “Ini masih kami selidiki disebabkan kematian gajah dari diagnosa sementara disebabkan adanya virus herpes pada gajah,” katanya.

Virus langka tersebut memang sering pada gajah-gajah muda. Terlebih pada musim penghujan. Oleh disebabkan itu, ia minta pada KBS untuk memperbaiki lingkungan. “Langkah selanjutnya kita memperbaiki lingkungan di KBS. Termasuk interaksi pengunjung dengan gajah yang muda,” jelasnya.

Baca juga :  Disebut Jadi Bacagub DKI, Risma Bilang Tak Pernah minta Jabatan

Oleh disebabkan itu, untuk gajah-gajah yang usia muda di KBS di karantina dulu. “Jadi kita isolasi dulu supaya tidak berinteraksi ke manusia. Kalau berdasarkan studi umur rentan terkena virus yakni bayi serta umur 10 tahun,” katanya.

Sementara itu, Praktisi Satwa Liar Tenaga Pakar Asosiasi Dokter Hewan Satwa Liar, Eksotik, serta Aquatik, drh. Wisnu Pradana menjelaskan, dari hasil diagnosa sementara gajah Dumbo mengalami inveksi herpes akut. Sehingga di organ gajah ada pendarahan rongga mulut serta pendarahan pada seluruh pencernaan. “Diagnosa sementara ini disebabkan elephant herpesvirus yang menyerang pada gajah Dumbo,” jelasnya.

Bahkan gajah Gonzales, Wisnu mengaku saat ini juga mengalami penyakit yang sama sehingga dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Gonzales (gajah) saat ini ada penyakit juga yang diduga sama. Jadi sekarang Gonzales sedang dinfus,” ungkapnya.

Baca juga :  Motor Yamaha Ini Bikin Pecah Dunia Fashion

Ia menjelaskan, elephant herpesvirus terjadi pertama di Indonesia tahun 2010. Ketika itu gajah-gajah di Waykambas juga terdeteksi virus mematikan tersebut. “2010 lalu pernah terjadi di Waykambas. serta ini masuk ke Surabaya,” jelasnya.

Oleh disebabkan itu, ia minta pada lembaga konservasi untuk memperhatikan kondisi serta kandang gajah. disebabkan dapat jadi virus tersebut juga dapat dibawa oleh manusia. “Ini yang perlu diperhatikan kondisi fisiknya serta juga kandang gajah,” pungkasnya. (rmt/nur)

Sumber »

Must Read

Related News