28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraKapolri minta Jajaran Evaluasi Fenomena Viral di Masyarakat

Kapolri minta Jajaran Evaluasi Fenomena Viral di Masyarakat

JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo minta jajarannya melakukan evaluasi guna menghilangkan stigma di masyarakat dengan munculnya fenomena di media sosial (medsos) yang kerap mengangkat pelanggaran yang dilakukan personel kepolisian.

Sigit menyoroti sejumlah fenomena di medsos dengan munculnya tanda pagar (tagar/#) #PercumaLaporPolisi, kemudian tagar #1Hari1Oknum, serta terbaru #NoViralNoJustice.

“Ini waktunya kita berbenah untuk melakukan hal yang lebih baik. Bagaimana kita melihat perkembangan medsos terkait peristiwa yang diupload. Ini menjadi tugas kita semua,” kata Sigit saat memberikan arahan dalam “Rapat Koordinasi Analisa serta Evaluasi (Rakor Anev) Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri” di Yogyakarta yang disiarkan melalui platform YouTube Divisi Humas Polri, dipantau dari Jakarta, kemarin.

Baca juga :  Sindikat Pencuri Kabel Ditembak Mati di Kawasan Aloha Gedangan

Terkait tagar #NoViralNoJustice, Sigit menyebutkan masyarakat membuat perbandingan dengan kasus yang dimulai dengan diviralkan dibandingkan dengan kasus yang dimulai dengan laporan dalam kondisi biasa.

Masyarakat, lanjut Sigit, melihat bahwa kasus yang diviralkan cenderung selesai dengan cepat. Bahkan memunculkan tagar #ViralForJustice. “Fenomena ini harus dievaluasi, kenapa terjadi. Kemudian sudah melekat di masyarakat harus viral, kalau tidak viral prosesnya tidak akan berjalan dengan baik,” kata Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri itu menekankan jajaran Polri harus menerima semua persepsi yang muncul di masyarakat. Ini bagian dari evaluasi serta kritik untuk Polri. Dengan adanya kritikan masyarakat, kata Sigit, maka jajaran Polri harus memperbaiki diri, berbenah melakukan hal yang lebih baik lagi, serta memenuhi harapan masyarakat.

Baca juga :  Kasus Omicron di Jawa Timur Jadi Delapan Penderita

Di satu sisi, ungkap Sigit, kehadiran Polri dalam operasi kemanusiaan diapresiasi oleh masyarakat. Hal ini menunjukkan harapan serta kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang melayani serta mengayomi masih ada.

“Ini menjadi bagian tugas jajaran untuk mengevaluasi, di sisi mana yang masih kurang terkait perjalanan organisasi Polri, baik secara perilaku individu sehingga kemudian diperbaiki,” kata Sigit.

Sigit menambahkan Polri dapat menjadi baik manakala peran dari Itwasum dimaksimalkan di setiap lini sehingga seluruh kegiatan organisasi Polri berjalan di rel yang benar sesuai target organisasi. “Evaluasi menjadi bagian dari Polri dewasa ini yang tidak antikritik terhadap masukan dari masyarakat,” katanya.

Personel Polri saat ini, papar dia, harus mampu keluar dari zona nyaman untuk mewujudkan harapan masyarakat sebagai Polri yang dicintai serta diharapkan masyarakat. “Pilihannya hanya satu, yakni harus keluar dari zona nyaman sehingga organisasi kita dapat menjadi organisasi modern,” kata Sigit. (antara/jay)

Baca juga :  Ditahan Brighton, Chelsea Kian Sulit Dekati Manchester City

Sumber »

Must Read

Related News