25 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraProkes Ketat Nataru, Penumpang Dibatasi 75 Persen di Surabaya

Prokes Ketat Nataru, Penumpang Dibatasi 75 Persen di Surabaya

SURABAYA – Hari Natal serta tahun baru (Nataru) tinggal beberapa hari saja. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 serta varian baru Omnicorn. meski begitu, pemerintah tidak menutup akses terminal bus selama libur Nataru.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, kapasitas penumpang di dalam bus selama perjalanan libur Nataru dibatasi menjadi 75 persen serta penerapan jaga jarak. Penumpang yang akan naik bus harus pun menunjukkan keterangan vaksin.

“Di dalam surat edaran nomor 109 tahun 2021 itu sudah dijelaskan bahwa kapasitas penumpang 75 persen. serta, semua harus sudah tervaksin,” kata Irvan di Surabaya, Jumat (17/12).

Di Terminal Purabaya sudah disediakan tempat untuk memindai kode QR aplikasi PeduliLindungi. Irvan juga minta penumpang serta kru bus supaya menerapkan prokes di dalam bus untuk mencegah kasus Covid-19. “Kami akan terus memantau pergerakan penumpang baik di Purabaya maupun di Osowilangun,” tegasnya.

Baca juga :  Kejari Tanjung Perak Musnahkan Barang Bukti 11 Kilogram Sabu

Selain itu, pihak dishub melakukan ramp check bagi bus-bus yang akan mengangkut penumpang. Khususnya terminal yang melayani angkutan antarkota, yakni Terminal Purabaya serta Terminal Tambak Osowilangon. Para petugas melakukan pemeriksaan secara rinci. Mulai sistem alat kemudi, sistem penerangan, hingga fasilitas tanggap darurat.

Nah, kendaraan yang tak lolos pengecekan, maka dilarang beroperasi. Di Terminal Purabaya, dari 25 bus yang mengikuti ramp check ada empat bus tak lolos. Sedangkan di Osowilangun ada empat bus tak layak jalan dari Sembilan bus yang diperiksa.

Irvan menambahkan, pihaknya juga tetap melakukan penjagaan di kawasan perbatasan Kota Surabaya. Termasuk pemantauan tempat-tempat wisata. “Kita dibantu kepolisian untuk pengaturan lalu serta parkir di tempat wisata,” tuturnya.

Baca juga :  BRI Respons Isu Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan di Himbara

Kepala Unit Terminal Purabaya Imam Hidayat menegaskan, pihaknya terus mengawasi penumpang yang hendak bepergian maupun baru datang dari luar kota melalui Purabaya. Salah satunya dengan aplikasi PeduliLindungi. Ada pula alat pemindai wajah di dua pintu masuk guna mengetahui suhu calon penumpang.

Hingga sepekan jelang Nataru, ia menyebut belum terlihat lonjakan penumpang. “Masih belum terlihat, masih normal saja,” katanya. (rmt/rek)

Sumber »

Must Read

Related News