28 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaBanding PT APIM Dikabulkan, Hakim PT Jatim: Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima

Banding PT APIM Dikabulkan, Hakim PT Jatim: Gugatan Penggugat Tidak Dapat Diterima

SIDOARJO, – Upaya PT Avila Prima Intra Makmur (APIM) dalam mengajukan upaya banding atas sengketa perdata dengan pengusaha Budi Said serta rekannya terkait urusan kerjasama pembebasan lahan membuahkan hasil.

Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Timur mengabulkan upaya banding tersebut.

“Kami bersyukur upaya banding kami dikabulkan oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi Jawa Timur. Majelis menyatakan gugatan (terbanding) Budi Said serta dua rekan lainnya terhadap klien kami tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijke Verklaard),” ucap Alexander Arif, Kamis (16/12/2021).

Arif mengungkapkan, putusan yang dijatuhkan majelis hakim tersebut cukup arif serta bijaksana. Sebab, lanjut dia, fakta hukum terkait kerjasama tanah seluas 185.414,28 meter persegi di Kelurahan Sidoklumpuk, Sidoarjo, faktanya dibebaskan kliennya.

“Klien kami dapat membuktikan bahwa terdapat 27 SK Gubernur atas kepemilikan tanah di Desa Klantingsari, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo serta terdapat 33 Pelepasan Hak atas 27 SK Gubernur tersebut,” jelasnya.

Justru, lanjut Arif, apa yang didalilkan pihak penggugat menuntut haknya terkait pembebasan lahan tersebut tidak pernah disebutkan berapa biaya yang mereka keluarkan.

Baca juga :  Cabuli Anak Tiri, Warga Sidoarjo Diringkus Polisi 

“Padahal jika ingin menuntut hak nya, para penggugat seharusnya dapat juga menjabarkan jumlah mengenai pemenuhan kewajiban,” jelasnya.

Selain itu, dalam perjanjian kerjasama nomor 512 sebenarnya telah diatur secara jelas bahwa permodalan yang dimaksud ialah seluruh modal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kerjasama.

Termasuk segala beban pajak, gaji karyawan, biaya mengurus izin, serta biaya lainnya yang dibutuhkan menjadi beban usaha dalam kerjasama.

“Hal mana tidak dapat dibuktikan para pengguggat (terbanding, red) mengenai pemenuhan kewajiban atas segala biaya-biaya ini,” terangnya.

Persoalan yang berujung gugatan di PN Surabaya yang teregister perkara nomor : 61/Pdt.G/2021/PN.Sby itu diajukan Budi Said, Tjioe Shin Jap serta Hariyono Subagyo terhadap PT APIM terkait kerjasama pembebasan lahan hingga pemasaran perumahan pada tahun 1994 silam.

Gugatan yang diajukan Budi Said serta dua rekan lainnya telah diputuskan PN Surabaya. Majelis hakim mengabulkan sebagian gugatan penggugat Budi Said serta dua rekan lainnya.

Dikabulkannya sebagian gugatan penggugat tersebut tentu merugikan pihak tergugat. PT APIM akhirnya mengajukan upaya banding ke PT Jatim. Upaya itu membuahkan hasil. Majelis hakim mengabulkan upaya banding PT APIM.

Baca juga :  Tertabrak Truk di Sidoarjo, Warga Surabaya Tewas di Lokasi 

“Mengadili, menerima permohonan banding pihak para pembanding I, II/semula para tergugat I, II. Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya No 61/Pdt.G/2021/PN Sby tanggal 26 Juli 2021, yang dimohonkan banding tersebut”

“Dengan mengadili sendiri, satu, menyatakan gugatan para terbanding I, II, III/semula para penggugat I, II, III bertentangan dengan hukum acara perdata yang berlaku serta petitum gugatan saling bertentangan serta kabur (abscuur libel), sehingga tidak memenuhi syarat formil suatu gugatan”

“Dua, menyatakan gugatan para terbanding I, II, III / semula para penggugat I, II, III tidak dapat diterima (Niet Onvankelijk Verklaard)”

“Tiga, menghukum pihak para terbanding I, II, III / semula para penggugat I, II, III untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam tingkat banding sebesar Rp 150 ribu,” bunyi putusan yang sudah terupload di Sistem Informasi Penelusuran Perkara PN Surabaya (SIPP PN Surabaya)”

Baca juga :  Sempat mengalami penipuan pinjol serta terus berjuang menjalani hidup, kini Pak Herdi merasa terb…

meski upaya banding dikabulkan, tetapi pihak PT APIM akan tetap melakukan upaya kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Alasannya, pihaknya akan mendalilkan gugatan pihak para penggugat haruslah ditolak.

“disebabkan fakta hukum serta bukti-bukti yang telah kami ajukan ada serta jelas semua terkait aset-aset tersebut. Sehingga kami berpendapat harusnya gugatan dari para penggugat itu ditolak,” ulasnya.

Selain perkara gugatan perdata, pihak PT APIM juga mengajukan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) oleh Agus Wibisono senilai Rp 1,5 miliar. tetapi perkara tersebut berakhir damai.

“Perdamaian sebagaimana yang telah diputuskan majelis hakim berdasarkan persetujuan 100 persen kreditor separatis serta 99,75 persen kreditur konkuren artinya para kreditur masih percaya penuh pada PT APIM bahwa kedepannya PT. APIM masih mampu menyelesaikan seluruh hutangnya pada para Kreditur,” jelasnya.

“Kalau pemohon yang diajukan ini hanya mispersepsi saja, hanya ada perbedaan penilaian saja, sehingga terciptalah permohonan PKPU terhadap PT. Avila Intra Makmur,” pungkasnya.

Sumber »

Must Read

Related News