25 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraSembilan Korban Semeru Masih Hilang, SAR Terkendala Cuaca

Sembilan Korban Semeru Masih Hilang, SAR Terkendala Cuaca

LUMAJANG – Sebanyak 9.118 warga korban erupsi Gunung Semeru mengungsi di 115 titik yang tersebar di Kabupaten Lumajang sejak 4 Desember lalu. Awan panas guguran Semeru itu menyebabkan 2.970 unit rumah serta 31 fasilitas umum rusak parah. Sebanyak 46 jiwa meninggal dunia serta sembilan orang dinyatakan hilang.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman didampingi Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono meninjau langsung beberapa posko bencana di Kabupaten Lumajang, Senin (13/12). Selain di kantor Kecamatan Pasirian, rombongan juga meninjau posko pengungsian di Lapangan Candipuro.

Posko pengungsian yang terletak di SD Negeri Sumberejo serta Pondok Pesantren Ulul Albab di Kecamatan Candipuro tak luput dari peninjauan. Ikut dalam kunjungan tersebut, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta Bupati Lumajang Thoriqul Haq.

Baca juga :  Kolaborasi Forum G20 serta G7 Melawan Penyakit Tuberkulosis

Plh Sekdaprov Heru menyampaikan, kunjungan KASAD Dudung bersama Pangdam V Brawijaya serta Kapolda Jatim untuk memastikan bahwa para pengungsi, dapur lapangan, hingga posko kesehatan dapat beroperasi dengan semaksimal mungkin. Para pengungsi terlihat gembira disebabkan kebutuhan dasar mereka terpenuhi serta terlayani dengan baik. “Hal itu penting. Mengingat kesehatan mental para pengungsi perlu diperhatikan,” kata Heru.

Mantan Kepala Dinas Kelautan serta Perikanan Jatim ini berpesan supaya sebisa mungkin para pengungsi senantiasa menghibur satu sama lain supaya tidak larut dalam kesedihan. “Kebutuhan para pengungsi kami pastikan terpenuhi secara sandang, pangan, papan. Tapi, bukan cuma itu, batin mereka juga harus senantiasa tenang serta terhibur,” jelasnya.

Baca juga :  Axiata-XL Axiata Teken MoU Jual Beli Saham, Ambilalih 66,03% Saham Link Net

Terkait aktivitas Gunung Semeru, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 12 Desember, penanganan serta pencarian menginjak hari kesepuluh. Kecamatan Candipuro serta Pronojiwo terdampak paling parah. “Sampai saat ini Gunung Semeru berada pada level 2 (waspada),” jelasnya.

Sementara itu, korban meninggal tercatat 46 jiwa. Sembilan orang dinyatakan hilang serta masih dalam pencarian. Delapan belas orang mengalami luka berat. Para korban ini dirawat di Rumah Sakit (RS) Pasirian serta Bhayangkara. Sedangkan 12 Penderita luka ringan serta dirawat di puskesmas sekitar.

KASAD Jenderal Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa logistik di Pendapa Kabupaten Lumajang dalam kondisi aman. Sejumlah lembaga serta stake holder sudah bergabung untuk ikut membantu menangani bencana. “Mengerahkan secara maksimal supaya tidak ada kendala di lapangan. Kesiapan posko di sini sudah lengkap serta mendukung, dari TNI AD serta juga kepolisian. Kami akan sebaik mungkin mengupayakan proses search and rescue,” katanya.
Dudung menjelaskan, proses pencarian korban sangat bergantung pada cuaca. TNI AD didukung Pemprov Jatim serta Pemkab

Baca juga :  MENKO AIRLANGGA: Indonesia Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi Global

Lumajang telah siap secara material serta personel. “Kami sudah mendapat instruksi dari pemerintah daerah untuk merelokasi kampung-kampung terdampak serta mengevakuasi korban. Kendala utama ialah hujan yang sering turun deras,” pungkasnya. (mus/rek)

Sumber »

Must Read

Related News