28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraKampung Tambak Bayan Sudah Ada Sejak 1275

Kampung Tambak Bayan Sudah Ada Sejak 1275

SURABAYA – Kampung Tambak Bayan, Kelurahan Alun-alun Contong, Bubutan merupakan salah satu kampung tua di Surabaya. Kampung ini letaknya berada di barat Kalimas atau sebelah timur Jalan Kramat Gantung.
Kampung ini masuk dalam kawasan bekas Keraton Surabaya. Uniknya, saat ini kampung Tambak Bayan dihuni mayoritas penduduk etnis Tionghoa serta dikenal sebagai Kampung Pecinan Tambak Bayan.

Pakar Sejarah Universitas Airlangga Purnawan Basundoro mengatakan, di kampung Tambak Bayan dahulu masuk kawasan kompleks Keraton Surabaya. “Di situ kan bagian dari perkampungan lama (kawasan) Keraton Surabaya. disebabkan itukan nyambung dengan kawasan alun-alun,” katanya.

Dia menambahkan, dalam buku G.H Von Vaber, kampung Tambak Bayan sudah ada sejak tahun 1275 atau abad ke-13 masehi. Dalam peta tersebut kampung-kampung di Surabaya, salah satunya Tambak Bayan berada di tepi Kalimas.
“Kalau lihat di peta, di kanan kiri sungai sampai ke bagian muara sudah banyak kampung. Tapi konsentrasi paling banyak ya di sekitar alun-alun (kini Tugu Pahlawan) situ,” ungkapnya.

Baca juga :  Napi Lapas Madiun Pasok Sabu serta Ekstasi, Diranjau di Sidoarjo

Setelah kedatangan Belanda, kampung Tambak Bayan semakin berkembang. Salah satu buktinya di sekitar Jalan Tambak Bayan Tengah ada bangunan besar bekas istal kuda. “Bangunan istal kuda dibangun sekitar tahun 1866 M,” ungkap Ketua RT 02 RW 02 Tambak Bayan Tengah Suseno Karja.

Bangunan tersebut memiliki luas sekitar 3.800 meter persegi. Konon dahulu pada bagian tengah bangunan dipergunakan tempat tinggal pemilik kuda, yakni orang Belanda. “Sementara bagian sayap dipergunakan istal kuda,” ucapnya.
Seiring berjalannya waktu, sekitar tahun 1930-an, bangunan bekas istal kuda tersebut ditempati pendatang asal Tionghoa. Mereka berasal dari kalangan menengah ke bawah.

“Mayoritas penduduk kampung etnis Tionghoa. Jadi disebut kampung Pecinan, tetapi juga ada penduduk dari suku Jawa serta lainnya,” bebernya.

Baca juga :  Real Madrid Juara Piala Super Spanyol Kali Ke-12

Salah satu tokoh pemuda Kampung Tambak Bayan Lim Kiem Hau menambahkan, mayoritas saat ini warga yang menempati bekas istal kuda ialah generasi ketiga.

Selain tukang kayu, penduduk Kampung Tambak Bayan juga bekerja sebagai koki serta penjahit. meski hidup sederhana, warga Kampung Tambak Bayan cukup harmonis serta saling berdampingan.

Tak hanya itu. Mereka juga masih mempertahankan adat istiadat Tionghoa. Suasana Tionghoa juga cukup kental dengan ornamen-ornamen khas Tionghoa seperti lampion. (rus/nur)

Sumber »

Must Read

Related News