29 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPemerintah Implementasikan SINSW Mudahkan Perizinan Ekspor Impor

Pemerintah Implementasikan SINSW Mudahkan Perizinan Ekspor Impor

JAKARTA – Pemerintah memberlakukan pengajuan perizinan melalui Sistem Indonesia
National Single Window (INSW). Tujuannya, adanya data yang terintegrasi antar K/L serta menjadi
superset data untuk menghilangkan repetisi serta duplikasi.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi telah menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Kebijakan serta Pengaturan Ekspor serta Permendag Nomor 20 Tahun 2021 tentang Kebijakan serta Pengaturan Impor yang telah berlaku pada 15 November 2021. Kedua Permendag tersebut merupakan produk hukum turunan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

Dengan berlakunya kedua Permendag baru ini, maka semua peraturan dalam permendag terkait ekspor serta impor sebelumnya kini telah dicabut serta dinyatakan tidak berlaku lagi. tetapi, perizinan berusaha yang telah diterbitkan berdasarkan peraturan sebelumnya dinyatakan tetap berlaku sampai dengan masa berlakunya berakhir. Selengkapnya mengenai ketentuan ini diatur dalam Pasal 49 serta Pasal 50 Permendag Nomor 19 Tahun 2021 untuk perizinan berusaha di bidang ekspor; serta Pasal 52, Pasal 53, serta Pasal 54 Permendag Nomor 20 Tahun 2021 untuk perizinan berusaha di bidang impor.

Baca juga :  Kasus Covid-19 Naik, Pemkot Surabaya Akan Batasi Keramaian

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana menyampaikan, salah satu perubahan penting dalam pengaturan perizinan ekspor impor dengan berlakunya kedua Permendag ini ialah implementasi Single Submission (SSm), yaitu pengajuan perizinan melalui Sistem Indonesia National Single Window (INSW). Tujuannya, adanya data yang terintegrasi antar K/L serta menjadi
superset data untuk menghilangkan repetisi serta duplikasi.

Perizinan ekspor impor, lanjut Wisnu, kini semakin mudah serta cepat dengan integrasi sistem INATRADE dengan sistem INSW. Pelaku usaha mengajukan permohonan melalui Sistem INSW, yang merupakan hub untuk sistem pelayanan perizinan di seluruh K/L terkait. Sehingga pelaku usaha tidak perlu lagi membuka portal K/L terkait untuk memenuhi persyaratan perizinan, khususnya di bidang ekspor serta impor.

Baca juga :  Terancam Degradasi, Watford Pecat Pelatih Claudio Ranieri

“Selain kecepatan serta kemudahan, perizinan berusaha ekspor impor yang diterbitkan dengan sistem
Single Submission (SSm) ini juga menggunakan tanda tangan elektronik (digital signature) serta barcode untuk memberikan jaminan keaslian serta keamanan data serta informasi dalam dokumen perizinan
berusaha,” jelas Wisnu.

Menurut Wisnu, pada saat awal implementasi SSm perizinan, memang masih terdapat kendala dalam integrasi sistem, yaitu beberapa elemen data yang dikirim melalui Sistem INSW belum sesuai dengan elemen pada sistem INATRADE. Hal ini menyebabkan permohonan yang diajukan pelaku usaha tidak terkirim ke sistem INATRADE serta tidak dapat diproses lebih lanjut. tetapi Kemendag serta Lembaga National Single Window (LNSW) terus melakukan koordinasi secara teknis, serta saat ini proses
perizinan sudah mulai berjalan normal.

Baca juga :  Penderita DBD di Jatim 1.220 Orang, Khofifah minta Warga Waspada

Selain itu, ketika SSm perizinan diberlakukan, banyak pelaku usaha yang belum terbiasa menggunakan
sistem baru. untuk mengatasi hal ini, baik LNSW maupun Kementerian Perdagangan melakukan sosialisasi, asistensi, serta konsultasi melalui aplikasi Zoom, serta panduan melalui video tutorial.

Sampai dengan 11 Desember 2021 Pukul 19.00 WIB, dari 4.548 permohonan yang masuk ke sistem INSW, sebanyak 3.882 permohonan telah diterima oleh INATRADE. Dari jumlah permohonan yang diterima INATRADE tersebut, sebanyak 2.032 permohonan dikembalikan (rollback) disebabkan tidak lengkap serta tidak sesuai dengan persyaratan, 1.608 permohonan telah diterbitkan, serta sisanya masih dalam proses.

“Kendala perizinan yang dihadapi saat ini bukan disebabkan aturan, tetapi disebabkan belum terbiasanya
pelaku usaha menggunakan sistem SSm perizinan,” tutup Wisnu. (*/jay)

Sumber »

Must Read

Notes notes …

Related News