25 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraTahun Depan Pemprov Jawa Timur Target Tanam Mangrove 1.280 Hektare

Tahun Depan Pemprov Jawa Timur Target Tanam Mangrove 1.280 Hektare

SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menargetkan penanaman mangrove di Jawa Timur pada 2022 mencapai 1.280 hektare. Target tersebut sebagai bentuk dukungan Pemprov Jawa Timur terhadap program rehabilitasi mangrove nasional sekaligus pemberdayaan masyarakat.

“Tahun 2020 telah dilaksanakan penanaman mangrove di Jatim seluas 1.046 hektare dengan jumlah bibit 4.203.200 batang. Lalu, direncanakan tahun 2022, target penanaman mangrove naik menjadi 1.280 hektare,” ujar Emil di Surabaya, Jumat (10/12).

Emil menambahkan, Pemprov Jatim melakukan berbagai upaya mitigasi perubahan iklim serta fenomena global warming. Salah satunya dengan merestorasi mangrove dengan melakukan penanaman mangrove sebanyak 881.508 batang di lahan seluas 295,62 hektare. Di antaranya, di Kabupaten Gresik, Bangkalan, Pasuruan, Situbondo, Banyuwangi, serta Probolinggo.

Baca juga :  Satu PMI dari Malaysia Meninggal setelah Dirawat di RS Haji Surabaya

Mantan bupati Trenggalek itu menambahkan, upaya tersebut sebagai wujud dukungan Pemprov Jatim terhadap program rehabilitasi mangrove nasional. Ia berharap dapat menjadi kontribusi untuk merehabilitasi mangrove di tanah air. Apalagi peraturan presiden (perpres) tentang nilai ekonomi karbon sudah terbit. “Itu dapat memberikan dorongan bagi masyarakat bagaimana memenuhi kesejahteraan dengan tetap melestarikan lingkungan,” katanya.

Menurut Emil, hutan mangrove memiliki peran penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Dalam luasan yang setara dengan hutan tropis itu, hutan mangrove mampu menyimpan karbon 3-5 kali lebih banyak. Selain itu, mangrove juga berfungsi sebagai pelindung pantai serta habitat biota yang bernilai ekonomis seperti ikan, kepiting, serta udang. Juga menjadi rumah bagi keanekaragaman hayati lainnya.

Baca juga :  Menko Airlangga Apresiasi Percepatan Pembangunan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Ekosistem mangrove yang sehat juga dapat didorong menjadi salah satu objek ekowisata yang menarik. “Jatim punya 40 juta penduduk, luasnya terbatas, ekosistem sangat berpotensi untuk dirambah dengan cara yang tidak berkelanjutan. Inovasi akan sangat penting untuk jaga lingkungan serta ikut berkonstruksi dalam perang dunia menangani perubahan iklim,” jelasnya.

Setelah menanam mangrove terdapat mekanisme perawatan. Dalam konteks tersebut, tidak hanya diserahkan pada pemerintah atau segelintir pihak saja. Tetapi menjadi tanggung jawab masyarakat. Pemprov Jatim tetap mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat, dunia usaha, serta masyarakat luas untuk meningkatkan upaya pemulihan ekosistem mangrove di Jatim.

“Semua kembali rasa memiliki masyarakat. Ini bukan proyek tapi pemberdayaan masyarakat. Termasuk pembibitan untuk mendukung program mangrove. Insya Allah, akan berkelanjutan,” pungkasnya. (mus/rek)

Baca juga :  Tim Bank Jatim Warrior Basketball Gelar Baksos di SLB Tuban

Sumber »

Must Read

Related News