29 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPerhutani Siapkan 40 Hektare Lahan Relokasi 2.000 Rumah Korban Semeru

Perhutani Siapkan 40 Hektare Lahan Relokasi 2.000 Rumah Korban Semeru

SURABAYA – Pemerintah berencana merelokasi sekitar 2.000 rumah warga korban awan panas guguran (APG) Gunung Semeru ke tempat yang lebih aman. Perum Perhutani pun setuju menyerahkan lahan hutannya sebagai tempat relokasi.

“Pada prinsipnya, secara administrasi serta teknis tidak ada masalah. Sambil menunggu usulan serta pendataan di mana lokasi yang paling aman,” kata Direktur Utama Perum Perhutani Wahyu Kuncoro, Jumat (10/12).

Setelah menemui Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati di Posko Siaga Bencana Perhutani di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro, Lumajang, Wahyu Kuncoro mengatakan, sepanjang sesuai prosedur dari Kementerian Kehutanan serta Lingkungan Hidup (KLHK), tidak ada masalah bagi Perhutani.

untuk mempercepat proses relokasi dapat mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup serta Kehutanan Nomor P.27 Tahun 2018. Aturan itu tentang Pedoman Pinjam Pakai Kawasan Hutan 7 Tahun 2021 tentang Perencanaan Kehutanan, Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan serta Perubahan Fungsi Kawasan Hutan, serta Penggunaan Kawasan Hutan.

Baca juga :  Persebaya Fokus Latihan Taktik untuk Kalahkan PSS Sleman

Menurut dia, peraturan itu memungkinkan dipergunakan mekanisme pelepasan kawasan hutan untuk penempatan korban bencana alam atau pinjam pakai kawasan hutan tanpa kompensasi. Hal ini pernah dilakukan Perhutani saat relokasi penduduk yang wilayahnya tergenang oleh Bendungan Semantok di Kabupaten Nganjuk serta Waduk Kedung Brubus di Kabupaten Madiun serta Bondowoso.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan masih akan melihat zona aman untuk relokasi ribuan warga korban Semeru. “Ini tentu akan kami diskusikan dulu dengan badan geologi serta Kementerian Lingkungan Hidup serta Kehutanan apakah lokasi yang dipilih merupakan zona aman,” katanya.

Indah menambahkan, untuk merelokasi penduduk akibat letusan Gunung Semeru dibutuhkan lahan seluas 40 hektare di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro. “Kami sudah melihat mana zona-zona yang aman untuk dijadikan tempat relokasi bagi hunian yang rusak akibat dampak APG Gunung Semeru,” kata Wakil Indah Amperwati.

Baca juga :  Ratusan PMI Pulang, Asrama Haji Sukolilo Disterilkan

Ia mengatakan pihaknya telah menentukan beberapa titik lokasi sebagai tempat relokasi warga yang terdampak bencana Gunung Semeru serta lahan yang dipilih merupakan milik Perhutani. “Tentu yang berpotensi kami ajukan ialah lahan atau tanah negara dalam pengelolaan perhutani disebabkan cukup luas serta memungkinkan untuk relokasi rumah warga,” tuturnya.

Sementara itu, Kantor Kantor Pencarian serta Pertolongan (SAR) Surabaya menyampaikan, jumlah korban meninggal dunia akibat erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang hingga kemarin sebanyak 43 orang. Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Surabaya I Wayan Suyatna menginformasikan awan panas guguran Gunung Semeru yang terjadi pada 4 Desember lalu juga menyebabkan 82 orang mengalami luka ringan.

Selain itu, 20 korban mengalami luka berat. “serta, berdasarkan laporan masyarakat diperoleh keterangan sebanyak 12 orang dinyatakan hilang,” katanya.

Baca juga :  Kompetisi Liga Serie A Italia Terancam Bangkrut

Wayan memastikan pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Pihak-pihak yang ikut terlibat dalam upaya pencarian korban di antaranya dari SAR Surabaya, Kodim 0821 Lumajang, serta Polres Lumajang. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan Lumajang, Potensi SAR Jember serta Lumajang, serta sejumlah organisasi potensi SAR lainnya. (mus/antara/rek)

Sumber »

Must Read

Related News