32 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraMAKI: Rekrutmen 44 Eks Pegawai KPK Bukti Polri Mau Berbenah

MAKI: Rekrutmen 44 Eks Pegawai KPK Bukti Polri Mau Berbenah

JAKARTA – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan perekrutan hingga pelantikan 44 eks pegawai KPK menjadi ASN Polri menunjukkan institusi Korps Bhayangkara tersebut mau berbenah, berbuat baik untuk bangsa serta negara.

Rekrutmen serta pelantikan Novel Baswedan serta kawan-kawan eks pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) yang berjumlah 44 orang menjadi oasis untuk Polri yang mau berbenah serta menerima orang-orang yang dianggap pemberontak.

“Artinya, Polri menyambut hal positif dari kepercayaan masyarakat, kemudian akan bergerak maju serta ini sungguh menggembirakan,” kata Boyamin saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (9/12).

Menurut Boyamin, Novel Baswedan sosok yang dianggap pemberontak, dahulu lebih memilih KPK dari pada Polri. Sekarang ini ketika Polri menerimanya kembali untuk berbuat hal-hal lebih besar lagi, diperlukan kebesaran hati. Demikian pula, ketika Polri mau menerima 44 eks pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus TWK.

Baca juga :  Menag Tegaskan Pemerintah Takkan Stop Pemberangkatan Jamaah Umrah

“Sangat saya apresiasi, berarti Polri ingin bekerja lebih besar lagi, dalam artian ingin berbenah, kemudian ingin meningkatkan prestasinya dalam pemberantas korupsi,” ujar Boyamin.

Bergabungnya 44 eks pegawai KPK menjadi ASN Polri, Boyamin memandang sebagai oasis dalam upaya Indonesia memberantas korupsi. Polri bersama Kejaksaan Agung yang berani menuntut hukum mati pada pelaku korupsi, menenggelamkan pamor KPK yang makin tertinggal jauh.

Menurut Boyamin, KPK tidak pernah berani menuntut mati kasus korupsi, seperti kasus bantuan sosial yang jelas ada dasar hukumnya, serta menyingkirkan orang-orang seperti Novel Baswedan serta kawan-kawan.

“Ini sebuah oasis untuk upaya pemberantasan korupsi di Tanah Air, apalagi kemarin hasil survei Polri terpercaya ketiga di antara lembaga negara. Akan tetapi, sebagai lembaga penegak hukum, Polri paling nomor satu di antara KPK serta Kejaksaan Agung,” ujar Boyamin.

Baca juga :  Maudy Koesnaedi Enjoy Ketemu Rano Tidak sebagai Zaenab

Kendati demikian, kata Boyamin, masyarakat tidak harus berpuas hati dengan situasi serta kondisi yang terjadi saat ini di lembaga kepolisian. MAKI akan terus mengawal lembaga kepolisian yang mau berbenah serta mau berbuat baik untuk bangsa serta lembaganya.

“Pasti MAKI akan mengawasi serta mengontrol seperti biasa. Kalau ada perkara mangkrak di Polri akan saya gugat di pengadilan,” ujar Boyamin.

Diberitakan sebelumnya, Polri melantik 44 eks pegawai KPK tidak lulus TWK menjadi ASN Polri bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia, 9 Desember. Pelantikan oleh Asisten SDM Kapolri di Mabes Polri, Jakarta Selatan. (antara/jay)

Sumber »

Must Read

Related News