25 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraTingkatkan Transaksi Cashless, BRI Kolaborasi dengan Apkrindo Jatim

Tingkatkan Transaksi Cashless, BRI Kolaborasi dengan Apkrindo Jatim

SURABAYA – untuk meningkatkan transaksi pembayaran non tunai atau cashless melalui EDC Android serta QRIS, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Kantor Wilayah Surabaya bekerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Kafe serta Restoran Indonesia (Apkrindo) Jawa Timur.

Menurut EVP BRI Kanwil Surabaya, Triswahju Herlina, BRI berkomitmen terus melakukan terobosan serta inovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya dengan menggandeng banyak merchant untuk mengembangkan transaksi non-tunai atau cashless.

“Kami berharap kerja sama dengan para pengusaha food and beverage (FnB) di Jatim ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi masyarakat,” kata Triswahju Herlina, Selasa (7/12) disela penandatanganan kerjasama dengan Apkrindo Jatim.

Dijelaskan, saat ini BRI mulai menerapkan sistem pembayaran dengan EDC Android yang memudahkan pengusaha dalam melakukan transaksi pembayaran yang lebih tepat angkanya sehingga meminimalisir kesalahan kasir dalam menginput nominal transaksi.

Dikatakan, perjanjian kerjasama tersebut secara khusus terkait dengan penetrasi serta peningkatan tansaksi EDC & QRIS BRI khususnya di kafe serta restoran anggota Apkrindo Jawa Timur. Sebagai apresiasi, BRI akan memberikan reward berupa paket wisata kuliner ke negara di Asia.

Baca juga :  Kolaborasi Forum G20 serta G7 Melawan Penyakit Tuberkulosis

Layanan EDC Android dengan interface sendiri memiliki tampilan baru yang lebih menarik, modem, serta user friendly untuk inovasi dalam mempermudah pelanggan serta merchant melakukan transaksi nontunai dengan tepat sesuai dengan nilai nominal yang harus dibayar.

Keunggulan EDC Android BRI bagi merchant ialah tempat menerima transaksi tanpa kontak, berhubung dengan Point of Sales (POS), serta terdapat fitur Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), sehingga EDC Android BRI dapat menjadi one stop solution bagi kebutuhan merchant.

“Dengan EDC Android BRI, merchant dapat menerima transaksi kartu debit serta kartu kredit dengan principal GPN, VISA, Mastercard, JCB, uang elektronik BRIZZI hingga ORIS hanya dengan satu mesin EDC,” tambahnya.

Baca juga :  Kementerian PUPR Berencana Bangun Tol Bawah Air di IKN Kaltim

Menurutnya, hingga Agustus 2021, secara nasional BRI telah menerapkan 10.000 unit EDC Android lebih. Hingga tahun 2022, BRI menargetkan menerapkan sebanyak 80.000 unit mesin EDC Android di seluruh Indonesia. Khusus di Jatim tahun 2022 ditargetkan pengguna EDC Android sebanyak 3.000 unit.

“Saat ini di Jatim baru ada 1.500 unit EDC Android yang dipergunakan merchant. Kalau EDC yang biasa serta belum android di Jatim mencapai 7.500 unit,” ujar Triswahju yang didampingi Chindy Vannie Arie, Departement Head Retail Payment and Card Dept BRI Kantor Wilayah Surabaya.

Triswahju menambahkan, merchant pengguna EDC BRI saat ini 40 persen merupakan usaha di bidang kuliner, disusul fashion, elektronik serta gadget. tetapi secara nominal, transaksi EDC yang paling besar kontribusinya ialah merchant elektronik serta gadget disebabkan harga jualnya lebih mahal.

Sementara itu, Ketua Apkrindo Jatim, Tjahjono Haryono mengatakan, transaksi nontunai telah mulai banyak dilakukan pelaku usaha kafe serta restoran sejak beberapa tahun terakhir. Terlebih sejak adanya pandemi, penggunaan pembayaran nontunai terus meningkat.

Baca juga :  BRI Jadikan Kelompok Wanita Tani Hidroponik di Bali Jadi Percontohan

“Dari sekitar 100 pelaku usaha kafe serta restoran  dengan lebih dari 200 brand di Jatim, saat ini sekitar 70-80 persen sudah cashless. Diharapkan kerja sama dengan BRI ini layanan cashless akan semakin  meningkat,” katanya.

Selain itu, lanjut Tjahjono, melalui kerja sama dengan BRI tersebut diharapkan dapat mendorong kinerja industri kuliner sebab di sektor ini juga banyak menyerap tenaga kerja yang juga menjadi faktor penentu perputaran ekonomi masyarakat.

Saat ini industri kuliner mulai mengalami pemulihan setelah anjlok disebabkan pandemi sehingga omsetnya hanya mencapai 30 persen. Tetapi sekarang sudah naik lagi menjadi 70 persen seperti kondisi sebelum pandemi.

“Kami berharap momen Natal serta Tahun Baru, omset dapat naik menjadi 80-90 persen lagi,” tandas Tjahjono Haryono. (fix/jay)

Sumber »

Must Read

Related News