32 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaPolitik PemerintahanPrevalensi Stunting Menurun, Gus Muhdlor: Sidoarjo Targetkan Bebas Stunting 2023 Kominfo,...

Prevalensi Stunting Menurun, Gus Muhdlor: Sidoarjo Targetkan Bebas Stunting 2023 Kominfo,…

Prevalensi Stunting Menurun, Gus Muhdlor: Sidoarjo Targetkan Bebas Stunting 2023

Kominfo, Sidoarjo — Kinerja penanganan bayi stunting di Kabupaten Sidoarjo mulai menemukan hasil positif. Prevalensi stunting di kabupaten tersebut dinyatakan turun hingga 8,8 persen per tahun 2020. Angka penurunan tersebut cukup drastis mengingat di tahun sebelum angka stunting di Sidoarjo masih dua digit alias 13,6 persen.

“Kami di Sidoarjo melihat stunting tidak cuma sekadar soal gizi. Tapi problem sosial serta lingkungan hidup. Makanya, intervensi kami tidak melulu soal mengatasi akses terhadap kebutuhan pangan tapi juga perbaikan lingkungan serta semua hal yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi,” kata Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, Rabu (8/12).

Baca juga :  Bupati Muhdlor Targetkan Pembebasan Lahan untuk Flyover Aloha Tuntas 2022Kominfo, Sidoar…

Data penurunan stunting diungkapkan Gus Muhdlor dalam sambutan membuka kegiatan Review Kinerja Tahunan Aksi Integrasi Stunting di Pendopo Delta Wibawa. “Pencegahan stunting menjadi prioritas nasional yang juga harus menjadi prioritas dari setiap tingkat pemerintahan dalam penyusunan rencana serta anggaran pembangunan nasional maupun daerah,”ucapnya.

Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor itu mengapresiasi prevalensi stunting yang menurun. Tapi itu tidak cukup bagi Sidoarjo. “Sidoarjo ialah daerah industri yang tumbuh pesat. Baik industri manufaktur, pertanian, perikanan, bahkan UMKM-nya. Sangat disayangkan masih ada bayi stunting. Tahun depan kami targetkan di bawah 5 persen bahkan nol persen pada 2023. Ekonomi Sidoarjo yang tumbuh pesat harus diimbangi kualitas sumber daya manusia terbaik,” katanya.

Baca juga :  Bupati Muhdlor Dorong Motivasi Pelajar Cinta Kearifan LokalUsaha memperkuat jati diri tidak b…

Gus Muhdlor mengatakan pencegahan stunting di Sidoarjo dilakukan secara konvergen. Yakni, menitikberatkan pada penanganan penyebab masalah gizi, di antaranya, faktor makanan, pengasuhan, kesehatan serta lingkungan. Faktor makanan berhubungan erat dengan ketahanan pangan khususnya akses terhadap pangan bergizi. Sedangkan faktor pengasuhan berhubungan erat dengan lingkungan sosial yang terkait dengan praktik pemberian makanan bayi serta anak.

Pada faktor kesehatan berkaitan erat dengan akses pelayanan kesehatan untuk pencegahan serta pengobatan. Sedangkan faktor lingkungan berkaitan dengan kesehatan lingkungan.

Sumber » @pemkabsidoarjo

Must Read

Related News