28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraHanya 37 Ribu PMI Asal Jawa Timur Yang Terserap Akibat Pandemi

Hanya 37 Ribu PMI Asal Jawa Timur Yang Terserap Akibat Pandemi

SURABAYA – Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Jatim sudah dapat kembali bekerja di sejumlah negara. Hal ini disebabkan sejumlah negara sudah membuka pintu bagi PMI akibat semakin melandainya kasus Covid-19.

Kepala Bidang Penempatan serta Perluasan Tenaga Kerja Disnakertrans Jatim Sunarya mengatakan bahwa pada 2019 lalu, pihaknya telah menempatkan 70 ribu PMI. tetapi akibat pandemi Covid-19, tahun 2020 hanya 37 Ribu PMI yang ditempatkan.

“Jatim paling banyak di Hong Kong, Taiwan, Singapura, Brunei. Kalau di Arab Saudi masih belum,” katanya, Rabu (8/12).

Sunarya mengatakan selama pandemi ada 51 ribu PMI yang terdampak. Menurutnya ini mulai dari yang diPHK, dirumahkan hingga gagal berangkat. “Yang gagal berangkat ini jumlahnya sangat banyak juga disebabkan negara target tidak membuka kran untuk PMI,” tuturnya.

Baca juga :  Erika Carlina Ngaku Di-DM Charlie Puth

Saat ditanya terkait antisipasi adanya varian Omicron disebabkan tidak sedikit PMI yang saat ini ada di Malaysia serta Singapura, menurutnya para PMI yang berangkat harus memenuhi persyaratan dari negara target. Yakni protokol kesehatan mulai dari wajib vaksinasi Covid-19 dengan merk yang disesuaikan, tes swab PCR serta karantina. “itu menjadi syarat PMI yang ke sana. Begitu pula Tenaga Kerja Asing (TKA) ke sini juga karantina,” jelasnya.

Sedangkan bagi PMI yang akan pulang ke kampung halaman, Sunarnya mengatakan bahwa pintu keluar serta masuk Bandara Juanda, Sidoarjo, masih ditutup. Saat ini semuanya pulang melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang serta Bandara Sam Ratulangi, Manado. “Apabila lolos screening dari pintu masuk internasional itu, PMI masih diwajibkan untuk tes swab serta karantina,” katanya.

Baca juga :  Yamaha STSJ Bagi-Bagi Tiket Nonton MotoGP Gratis Tis!

Sunarya mengatakan, sesampainya di Jatim, prosedur yang sama juga akan dijalani PMI. Tempat karantina telah disiapkan di Rumah Sakit Haji, Surabaya. Jika positif akan dirujuk ke RS Lapangan Indrapura.
“Apabila PMI itu negatif serta menyelesaikan karantina tiga hari, diperbolehkan pulang ke daerah asal. Saat di kabupaten/kota setempat, PMI disuruh karantina. Ketika di rumah juga karantina selama 14 hari dengan pengawasan RT/RW serta Puskesmas,” terangnya.

Sementara itu bagi calon PMI yang belum mempunyai banyak biaya, dapat mendapatkan opsi pinjaman yang disediakan oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dengan menggandeng perbankan di bawah naungan BUMN. Koordinator Sistem serta Strategi Penempatan serta Pelindungan Kawasan Asia Timur II serta Asia Selatan, Hard Frankly Merentek mengatakan pinjaman yang dimaksud berupa Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Baca juga :  Segera Relokasi Ratusan Pedagang ke Pasar Turi Baru

“Terkait dengan pinjaman sesuai kebutuhan Calon PMI. Misal biaya ke Hongkong Rp 25 juta serta calon PMI membutuhkan Rp 5 juta, yang difasilitasi oleh KTA ialah yang Rp 5 juta ini,” katanya.

Frankly mengungkapkan KTA ini sifatnya hanya opsi, tidak wajib. Menurutnya bagi PMI yang punya biaya penempatan, tentu tidak perlu KTA. “disebabkan KTA ialah pilihan, mereka yang menentukan. Dengan adanya program ini tujuannya memutus rentenir,” tegasnya. (mus/rak)

Sumber »

Must Read

Related News