31 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaRancang Programa 2023, Wabup Sidoarjo minta Ada Inovasi Pertanian serta Ketahanan Pangan

Rancang Programa 2023, Wabup Sidoarjo minta Ada Inovasi Pertanian serta Ketahanan Pangan

SIDOARJO, – Dinas Pangan serta Pertanian menggelar kegiatan Programa Penyuluhan Pertanian Tahun 2023 di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (7/12/2021). Acara dibuka oleh Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi.

Programa penyuluhan pertanian ini merupakan pemberdayaan petani sebagai pelaku agribis atau agro industri supaya mereka mau serta mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan mereka.

Programa ini merupakan kegiatan pengorganisasian serta pendayagunaan seluruh sumber daya, baik sumber daya alam maupun manusia.

Wakil Bupati Sidoarjo, H Subandi mengungkapkan masih banyaknya permasalahan pertanian serta peternakan di Kabupaten Sidoarjo.

Penyuluh, menurut dia, sebagai ujung tombak kemajuan dibidang pertanian diharapkan mampu memberikan kontribusi yang baik dengan berpijak pada visi serta misi awal penyuluhan sebagai upaya penyebaran informasi serta inovasi di bidang pertanian serta ketahanan pangan.

Baca juga :  Cabuli Anak Tiri, Warga Sidoarjo Diringkus Polisi 

“Penyuluhan pertanian dituntut untuk mampu menggerakkan masyarakat, serta petani maupun pengusaha dibidang pertanian serta pendampingan pertanian untuk memperoleh pengetahuan serta informasi guna memecahkan permasalahan pertanian serta ketahanan pangan,” jelasnya

Demi terwujudnya hal tersebut, Subandi minta supaya seorang penyuluh harus mempunyai rencana yang tersusun secara sistematis. “Hal ini tetap dengan memperhatikan aspirasi pelaku utama serta pelaku usaha, hal tersebut dituangkan dalam program penyuluh pertanian,” pintanya.

Kepala Dinas Pangan serta Pertanian Dr. Eni Rustianingsih, ST., MT, melaporkan kegiatan Programa Penyuluhan Pertanian kita susun untuk tahun 2023 (kita untuk H-2), supaya nanti pada saat musrenbang H-1 datanya nyambung.

“Hal ini dimaksudkan untuk pencapaian produksi pertanian, peternakan, perkebunan serta ketahanan pangan dengan siklus penyusunan programa pertanian majemuk, serta bersinergi dengan musrenbang tingkat desa, kecamatan serta Kabupaten,” ungkapnya

Baca juga :  Korsleting Listrik, Gudang Palet di Sidoarjo Terbakar

Dengan berlakunya Undang-undang nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan serta Kehutanan (SP3K), programa penyuluhan pertanian diharapkan dapat menghasilkan kegiatan penyuluhan pertanian secara spesifik bermuatan lokal yang strategis serta mempunyai daya ungkit yang tinggi terhadap peningkatan produktivitas komoditas unggulan daerah serta pendapatan petani.

“Pada dasarnya Kunci keberhasilan petani ada di pemasaran. Jika gagal pemasaran berarti gagal budidaya disebabkan petani tidak akan mau lagi menanam,” pungkas dia.

Sumber »

Must Read

Related News