25 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPandemi, Anggaran Pilkada 2024 di Jatim Membengkak 100 Persen

Pandemi, Anggaran Pilkada 2024 di Jatim Membengkak 100 Persen

SURABAYA – Anggaran pemilihan kepala daerah serta wakil kepala daerah (pilkada) membengkak. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur mengajukan anggaran sekitar Rp 1,9 triliun ke Pemprov Jawa Timur. Anggaran ini meningkat tajam dibandingkan pilkada sebelumnya.

“Memang lebih dari dua kali kenaikannya. Kenaikan ini disebabkan ada tambahan anggaran untuk pencegahan Covid-19. Hampir separuh anggaran yang diajukan masuk dalam pencegahan Covid-19,” ujar Ketua KPU Jawa Timur Choirul Anam seusai Bimbingan Teknis Pemilu Berintegritas Direktorat Pembinaan serta Peran Serta Masyarakat di Surabaya, Senin (6/12).

Menurut dia, anggaran Rp 1,9 triliun tersebut belum diharmonisasi dengan kabupaten/kota. Artinya, pihaknya belum melakukan rapat secara langsung terkait sharing anggaran.

Baca juga :  Trans Semanggi Suroboyo Baru Beroperasi Awal Febuari

“Pemilihan gubernur (pilgub) mendatang dilaksanakan serentak dengan pemilihan bupati serta pemilihan wali kota. Sehingga akan ada item-item anggaran yang akan kita biaya masing-masing,” katanya.

Berkaca dari sharing anggaran tahun 2018, kemungkinan besar nanti anggaran tidak sebanyak itu. Artinya, Rp 1,9 triliun itu asumsinya kalau seluruh kebutuhan pilgub dibiayai oleh provinsi. “Kenyataannya nanti proses pilgub ini bareng dengan pilkada kabupaten serta kota. Jadi, dipastikan anggaran ini berkurang cukup banyak,” jelasnya.

Ia mencontohkan, pada tingkat tempat pemungutan suara (TPS), honor KPPS sangat tinggi. Satu orang mendapatkan Rp 600 ribu. Total ada tujuh orang petugas di TPS ditambah Linmas dua orang.

“Mungkin nanti akan ada keputusan gubernur terkait sharing anggaran untuk petugas KPPS dapat dibiayai oleh kabupaten/kota. Sehingga anggaran (provinsi) tidak kita anggarkan,” ungkapnya.

Baca juga :  Gubernur Jatim minta Satgas Pangan Pastikan Keseragaman Harga Minyak Goreng

Menurut dia, tahun 2023 akan ada SK Gubernur terkait sharing anggaran. Dari simulasi yang dilakukan, anggaran Rp 1,9 triliun kemungkinan dapat menjadi kurang menjadi Rp 1,3 triliun atau Rp 1,4 triliun. “Jadi, memang anggaran pilgub lebih banyak 50 persen untuk honorarium serta sisanya pengadaan,” katanya.

Anam menambahkan, selain melakukan komunikasi dengan Pemprov Jatim, juga dengan Komisi A DPRD Jatim terkait pelaksanaan Pilgub pada masa pandemi. “Skenarionya memang masih pandemi. tetapi kalau 2024 sudah dinyatakan tidak pandemi, maka anggarannya dapat diturunkan lagi,” tuturnya.

Plh Sekdaprov Heru Tjahjono mengatakan, Pemprov Jatim sudah menganggarkan secara bertahap anggaran Rp 1,9 triliun yang diajukan KPU. tetapi, ia menyarankan KPU melakukan hearing dengan DPRD Jatim. “Anggaran tersebut dipergunakan untuk apa saja harus dijelaskan pada DPRD,” jelasnya. (mus/rek)

Baca juga :  Mau Daftar di Unesa? Perhatikan 10 Prodi Favorit serta Tips Lolos SNMPTN

Sumber »

Must Read

Related News