31 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaPolitik PemerintahanMalam-Malam Keliling Desa di Tanggulangin yang Banjir, Ini Langkah Bupati Sidoarjo Kominf...

Malam-Malam Keliling Desa di Tanggulangin yang Banjir, Ini Langkah Bupati Sidoarjo Kominf…

Malam-Malam Keliling Desa di Tanggulangin yang Banjir, Ini Langkah Bupati Sidoarjo

Kominfo, Sidoarjo – Pemkab Sidoarjo menetapkan status ”tanggap darurat” atas kejadian banjir di Kecamatan Tanggulangin, tepatnya di tiga desa yaitu Desa Kedungbanteng, Desa Banjarasri, serta Desa Banjarpanji. Status ini berlaku mulai 7-21 Desember 2021.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali mengecek serta berkeliling ke tiga desa itu hingga tengah malam, Senin (6/12/2021). Dia berkeliling serta berbincang dengan warga. Sembari memastikan bantuan sembako terdistribusi dengan baik, Bupati Muhdlor juga berdialog dengan warga di Balai Desa Banjarpanji.

Muhdlor menginstruksikan ke jajaran terkait seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PU BMSDA, Dinas Lingkungan Hidup serta Kebersihan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Camat Tanggulangin serta tiga pemerintah desa untuk bersama-sama bergerak mempercepat penanganan banjir di tiga desa tersebut.

Baca juga :  Bupati Muhdlor Targetkan Pembebasan Lahan untuk Flyover Aloha Tuntas 2022…

Penanganan yang dilakukan selama tanggap darurat di antaranya percepatan pengurukan material pasir serta batu di jalan Desa Banjarpanji yang tergenang air setinggi 30-40 cm. Selainn itu, menyiagakan sejumlah pompa penyedot air yang akan ditempatkan di tiga desa. Pemerintah juga mempercepat pembuatan Kisdam (bendungan sementara) serta menyiapkan bantuan sembako bagi warga yang terdampak.

“Mulai besok (Selasa, hari ini) sudah dimulai dilakukan pengurukan sirtu di jalan Desa Banjarpanji. Pompa penyedot air juga kita siagakan. Ada 7 pompa yang sudah siap serta rencananya akan ditambah lagi 8 pompa,” jelas Muhdlor, Senin malam, (6/12/2021).

Ketiga desa itu menurut Muhdlor sudah dalam pantauan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sejak 2018. “Yang jelas bahwa sebenanrnya 3 desa ini ialah desa yang masuk dalam pantauan mulai dari 2018 hingga 2020 mengalami penurunan tanah. serta angkanya cukup tinggi bahkan tertinggi penurunan hingga 30 sentimeter,” katanya.

Baca juga :  Oleh pesen teko Pak Bupati kita lur… Ojo gampang percoyo bekne oleh sms/wa pesen2 oknum gak b…

Muhdlor juga menyampaikan prediksi serta peringatan darj BMKG bahwa akan datang air rob yang diperkirakan puncaknya terjadi pada Desember.

“Pemkab Sidoarjo sudah mewanti-wanti disebabkan 3-6 Desember ini sesuai analisis BMKG, memang air rob tinggi, air laut naik cukup tinggi.

Sumber » @pemkabsidoarjo

Must Read

Related News