29 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraDua Pengedar Sabu Jaringan Jakarta-Mataram Dicokok di Surabaya

Dua Pengedar Sabu Jaringan Jakarta-Mataram Dicokok di Surabaya

SURABAYA – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur menangkap dua pengedar narkoba jaringan Jakarta-Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tersangka Sukandar, 56, warga Alam Segar Kelurahan Pamulang Barat, Pamulang, Tangerang Selatan serta Indra, 37, warga Dusun Lendang, Kelurahan/Kecamatan Gunungsari, Lombok, dicokok dengan barang bukti 2.994 gram sabu.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol M Aris Purnomo mengatakan, kedua tersangka diringkus di eksit Tol Warugunung, Surabaya, Kamis (25/11) sekitar pukul 10.30. Saat itu keduanya menggunakan mobil Toyota Rush B 1025 WIA dari arah Jakarta hendak menuju Mataram. Mereka dibuntuti dari Jawa Tengah serta diberhentikan paksa di eksit Tol Warugunung.

Dari hasil penggeledahan ditemukan tiga bungkus sabu yang ditaruh di laci mobil depan sebelah kiri. “Ada tiga bungkus sabu, dikemas teh cina. Beratnya 2.994 gram. Sabu akan dikirim ke Mataram,” ungkap Aris, kemarin (6/12).

Baca juga :  Transaksi Digital Diprediksi Tembus Rp50 Kuadriliun, Ini Langkah BRI

Menurut Aris, kedua tersangka sudah dua kali mengirim sabu dari Jakarta ke Mataram. Setiap kali kirim tersangka mengaku mendapatkan upah Rp 50 juta dari bandar. “Uang tersebut diterima bila sabu sudah sampai. Keduanya baru dikasih Rp 5 juta untuk operasional,” imbuh jenderal bintang satu ini.

Kedua tersangka mengaku tidak kenal bandarnya secara tatap muka. Tersangka hanya menjalin komunikasi melalui telepon. “Di Jakarta barang diranjau, kemudian diambil. Jadi, jaringan terputus,” sebutnya. Aris membeberkan, kedua tersangka merupakan residivis kasus serupa.

Tersangka Sukandar mengaku upah Rp 50 juta itu diterima saat barang sampai di Lombok. Hal itu juga yang membuatnya tergiur mengirim sabu. “Sehari-hari saya kerja supervisor mekanik listrik di Jakarta. Sebelumnya saya pernah ditahan di Lapas Tangerang,” katanya.

Baca juga :  Keluar Hotel, Pemotor Ditabrak Mobil di Jalan HR Muhammad

Sukandar mengaku kenal dengan bandar setelah keluar penjara. Kemudian bekerja sama dengan Indra yang juga residivis serta pernah ditahan di Lapas Lombok. “Imbalan Rp 50 juta itu rencana dibagi dua. untuk mobil sewa,” ucapnya. (rus/rek)

Sumber »

Must Read

Related News