25 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraASN Aceh Terpaksa Jadi Kurir Sabu disebabkan Terlilit Utang

ASN Aceh Terpaksa Jadi Kurir Sabu disebabkan Terlilit Utang

SURABAYA – Lilitan utang kerap membuat orang gelap mata. Itu yang dilakukan Murliadi, 40, serta Junandas, 33, warga Aceh Utara, Banda Aceh. Keduanya berurusan dengan polisi gara-gara menjadi pengedar sabu jaringan Sumatera-Jawa Timur.

meski tergolong pemain baru di dunia narkoba, aksi tersangka Murliadi, 40, warga Gumpang Matangkuli, Aceh Utara, serta Junandas, warga Jalan Rajawali, Medan, Sumatra Utara, terbilang sangat profesional. Polisi menemukan modus baru penyelundupan narkoba jenis sabu. Keduanya berhasil lolos dari pemeriksaan di Bandara Internasional Juanda disebabkan menyembunyikan sabu-sabu (SS) di selakangannya.

Mereka membagi sabu sebanyak satu kilogram menjadi 10 plastik. Kemudian ditempel di bagian selakangan dengan isolasi yang sangat kuat. Beruntung petugas Satresnarkoba Polrestabes Surabaya berhasil menangkap keduanya saat berada di salah satu hotel di dekat kawasan Bandara Juanda, Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga :  BRI Respons Isu Dana Bansos Rp 2,7 Triliun Tertahan di Himbara

Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Daniel Marunduri mengungkapkan, tersangka Murliadi memang masih tercatat sebagai aparatur sipil negara (ASN) di tempat tinggalnya di Nanggroe Aceh Darussalam. Tersangka termasuk cerdik. Mereka dengan mudah mengelabui X-ray di bandara.

“Mereka dapat lolos. Nah, setelah sampai di hotel baru sabu ini dipindahkan lagi ke tas,” katanya kemarin (6/12).
Daniel menambahkan, dari pengakuan tersangka, tersangka disuruh oleh seseorang berinisial P untuk mengirim sabu ke Jawa Timur. Mereka mengaku mendapat upah Rp 20 juta jika berhasil memberikan sabu ke pemesan.

“Saat ini kami masih selidiki keberadaan bandar tersebut. Keterangan tersangka ia sudah tiga kali. Ini yang ketiga serta kami tangkap,” ungkapnya.

Baca juga :  KPK Tambah 61 Jaksa Penuntut Umum untuk Tangani Perkara

Tersangka Murliadi mengaku masih tercatat sebagai ASN di Aceh Utara. Tersangka bekerja bukan di lingkungan pemerintah kabupaten. Murliadi mengaku terpaksa menjadi kurir sabu disebabkan uang besar yang ditawarkan. “Tersangka terbelit utang. Utang itu untuk mencukupi kebutuhan. Ia akhirnya menjadi kurir untuk melunasi utangnya,” jelas Daniel.

Kanit Idik I AKP Gananta memastikan tidak ada keterlibatan pihak bandara. “Sudah kami ke bandara, tidak ada keterlibatan petugas bandara. Kedua tersangka memang menyembunyikan sabu di pahanya,” kata Gananta.

Dari hasil pemeriksaan terhadap Junandas, menurut dia, modus tersebut tidak dipelajari melalui YouTube atau media sosial. Juga tidak ada simulasi sebelumnya. Sewaktu pengiriman sabu pertama ke Surabaya awalnya mencoba-coba saja menyelipkan sabu di selangkangan pahanya.

Baca juga :  Bekupon di Tenggumung Dirobohkan gegara Jadi Ajang Judi Merpati

“Ternyata berhasil lolos dari pemeriksaan metal detector bandara. Dari situ kemudian diulanginya lagi sampai tiga kali,” ucap Gananta. (gun/rek)

Sumber »

Must Read

Related News