28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraTunjungan Romansa Jadi Pendongkrak Wisata di Surabaya

Tunjungan Romansa Jadi Pendongkrak Wisata di Surabaya

SURABAYA – Kondisi Kota Pahlawan sudah jauh membaik seiring dengan status PPKM level 1. Amukan virus SARS-CoV-2 sudah mereda meski tetap waspada varian baru Omicron. Pandemi Covid-19 yang sudah terkendali kini diikuti dengan membaiknya sektor ekonomi serta pariwisata.

Kepala Dinas Kebudayaan serta Pariwisata (Disbudpar) Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, pengunjung destinasi wisata di Surabaya saat ini meningkat. Apalagi hampir semua objek wisata sudah dibuka meskipun dengan prokes ketat serta pembatasan jumlah orang.

“Pengunjung destinasi wisata sudah meningkat semua,” kata Antiek di Surabaya, Senin (6/12). Menurut dia, Tunjungan Romansa turut menggenjot kunjungan wisatawan lokal. Kawasan Tunjungan setiap harinya dapat mencapai 3.000 orang.

Baca juga :  Yamaha Fazzio, Teknologi Hybrid Connected Termurah di Indonesia!

Sedangkan hari Sabtu dapat mencapai 5.000 orang. “Kawasan Tunjungan juga mendongkrak kunjungan wisata di Surabaya,” jelasnya.

Tunjungan Romansa ini menyuguhkan perpaduan konsep lifestyle, modern serta heritage. disebabkan merupakan kawasan jasa perdagangan, maka di awal soft opening pihaknya ingin menghidupkan kembali lokasi tersebut.

“Kita lebih ingin mengoptimalkan supaya hidup. Artinya, menghidupkan mereka (pelaku usaha) yang belum buka yang belum beroperasional. Nah, UMKM-nya ini ialah sebagai penyeimbang, sementara belum buka kita dapat tempatkan UMKM ada di situ,” kata Antiek.

Tunjungan Romansa dibuka setiap saat sehingga tidak harus menunggu malam. Para pelaku UMKM dapat mulai menggelar usahanya sejak pagi atau sore hari. Sedangkan pertunjukan kesenian mulai disuguhkan pada malam hari.

Baca juga :  Ditagih Nafkah Malah Marah-Marah

Dampak positif mulai dirasakan pelaku wisata. Termasuk sektor perhotelan yang mulai menggeliat. Okupansi hotel sudah meningkat sekitar 90 persen. Tercatat ada peningkatan okupansi sejak Surabaya berstatus PPKM level 1. “Okupansi hotel sudah jauh meningkat sampai saat ini,” jelasnya.

Kini hotel-hotel berbintang sudah mulai sibuk menerima pengunjung. Baik weekday maupun lebih-lebih saat weekend. Ketika momen akhir pekan dapat meningkat lebih dari 90 persen. Bukan hanya untuk liburan. Pengunjung juga banyak memanfaatkan ballroom hotel untuk menggelar kegiatan MICE. Yaitu meeting, incentive, convention, exhibition.

Ruang pertemuan dengan kapasitas besar itu boleh difungsikan dengan kapasitas maksimal 50 persen. Sebelumnya, fasilitas itu ditutup untuk menghindari penularan Covid-19.

Baca juga :  Dua Pejambret Keok Dihadang Massa di TL Karang Asem

“Surabaya ini kan kota perdagangan serta jasa. Tentu potensi di bidang MICE ini sangat besar bagi hotel,” pungkasnya. (rmt/rek)

Sumber »

Must Read

Related News