26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraTahun 2022 Tarif Listrik Dipastikan Naik

Tahun 2022 Tarif Listrik Dipastikan Naik

JAKARTA – Tarif listrik atau tariff adjustment rencananya akan disesuaikan bagi 13 golongan pelanggan listrik PT PLN (Persero) non-subsidi pada tahun depan. Pemerintah bersama Badan Anggaran DPR RI sudah merencanakan itu.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi serta Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengatakan, sejak 2017 pemerintah tidak menyesuaikan tarif listrik disebabkan daya beli masyarakat yang masih rendah.

Kondisi itu membuat pemerintah harus memberikan kompensasi pada PLN terhadap Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik atau tarif keekonomian dengan tarif yang dipatok pemerintah bagi pelanggan non-subsidi

“Kapan tariff adjustment naik tentunya kami harus bicara dengan sektor lain. Kami hanya menyiapkan data serta beberapa skenario, keputusannya pada pimpinan,” kata Rida, Kamis (2/12).

Baca juga :  Sri Mulyani: Pemerintah Harus Belajar dari Delta untuk Tangani Omicron

Dia mengatakan, besaran penyesuaian tarif yang akan diterapkan sesuai aturan awal pada 2022 dengan melihat kondisi pandemi Covid-19 yang terus membaik.

“Tarif listrik bagi golongan pelanggan non-subsidi ini dapat berfluktuasi alias naik atau turun setiap tiga bulan disesuaikan dengan setidaknya tiga faktor, yakni nilai tukar mata uang, harga minyak mentah dunia, serta inflasi,” jelasnya.

Lantaran tarif listrik non subsidi tidak naik sejak 2017, pemerintah harus membayar biaya kompensasi serta subsidi pada PLN, di mana tahun lalu nilai yang harus dibayar sebesar Rp 79 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan posisi 2017 sebesar Rp 53,2 triliun.

“Tarif listrik yang non subsidi ditahan sejak 2017, untuk stabilitas pasar, oleh disebabkan itu kita menggelontorkan dana kompensasi,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu beberapa waltu lalu.

Baca juga :  Satu PMI dari Malaysia Meninggal setelah Dirawat di RS Haji Surabaya

Sejak 2017, disebutkan dalam dokumen yang dipaparkan Febrio, pemerintah telah memulai kebijakan target subsidi listrik dengan memberikan subsidi pada seluruh pelanggan 450 VA serta pada pelanggan 900 VA yang miskin serta rentan.

untuk alasan sosial serta stabilitas pasar, pemerintah menunda penyesuaian tarif sejak 2017 yang mengakibatkan pemerintah harus membayar biaya kompensasi ke PLN. (ant/nur)

Sumber »

Must Read

Related News