26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPLN Rutin Lakukan Inspeksi Penggantian Material Infrastruktur Kelistrikan

PLN Rutin Lakukan Inspeksi Penggantian Material Infrastruktur Kelistrikan

SURABAYA – Memasuki musim penghujan, upaya antisipasi untuk meminimalisir terjadinya gangguan sekaligus untuk mengoptimalkan pasokan listrik tetap handal menjadi komitmen PLN. Pekerjaan secara bertahap terus dilakukan PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur serta Bali (UIT JBM) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) yang berada di Jawa Timur hingga Bali. Salah satunya UPT Madiun dalam dua pekan November ini.

Perbaikan konduktor rantas pada SUTET 500 kV Kediri–Paiton Paiton T.323-322 Phasa S Konduktor sisi atas dalam di Kabupaten Mojokerjo pada pekan awal November dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan akibat panas berlebih (hotspot) pada konduktor yang apabila dibiarkan berlarut-larut dapat putus serta mengakibatkan munculnya gangguan.

Baca juga :  Dua Gol Jota Antarkan Liverpool ke Final Piala Liga Inggris

Tindakan antisipatif, disampaikan oleh General Manager PLN UIT JBM, Suroso, sebagai langkah strategis yang selalu menjadi komitmen PLN untuk jaga keandalan sistem kelistrikan.

“Kami perbaiki konduktor rantas 15 urat ini dengan memasang repair sleeve lalu di-press menggunakan mesin press hidrolik serta berhasil diselesaikan selama tiga jam,” terang Suroso menjelaskan teknis upaya perbaikan di lapangan.

Lebih lanjut, Suroso menerangkan pekerjaan penggantian juga dilakukan pada MTU P0 PMS line 70 kV arah Trenggalek.

Melalui inspeksi rutin ini, pengantian PMS Bus A serta PMS Line Bay Ponorogo 2 pada Gardu Induk (GI) Trenggalek kembali dilakukan pada Rabu (17/11).

Dijelaskan oleh Manager Unit Layanan Transmisi serta Gardu Induk (ULTG Kediri, Heru Prasetyo, bahwa dengan penggantian material ini, pasokan listrik di wilayah Kabupaten Trenggalek aman.

Baca juga :  Tambah Fasilitas Ibadah, Okupansi Mall CWS Diharapkan Semakin Meningkat

“Penggantian material untuk memastikan keandalan pasokan listrik di Kabupaten Trenggalek. Selama pekerjaan berlangsung dengan intensitas hujan yang tinggi ini, apabila hujan turun kami harus hentikan sejenak hingga hujan reda, untuk menjamin keamanan personil. Sehingga dengan sejumlah 13 personil, pekerjaan dapat kami selesaikan dalam waktu 16 jam,” terang Heru. (*/jay)

Sumber »

Must Read

Related News