28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraBanyak Kendala, JLLB Surabaya Tak Capai Target Tahun 2021

Banyak Kendala, JLLB Surabaya Tak Capai Target Tahun 2021

SURABAYA – Menjelang tutup tahun, pengerjaan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) Surabaya terus dikebut. tetapi, penambahan ruas panjang jalur dilakukan secara bertahap disebabkan banyak kendala.

“Kita secara bertahap terus menambah panjang jalur yang sudah ada. Setidaknya salah satu jalur sudah melewati rel KA akhir tahun ini. Memang memakan waktu,” kata Kepala Bidang Jalan serta Jembatan Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga serta Pematusan (DPUBMP) Kota Surabaya, Ganjar Siswo Pramono, Minggu (28/11).

Saat ini ada dua jalur yang sudah dibangun. Jalur sisi timur sudah dilengkapi ramp yang memungkinkan pengendara dari jalur bawah mengakses jalan layang. “Bertahap dari sisi selatan. Kami sedang persiapkan pengaspalan jalur yang sudah ada,” imbuhnya.

Baca juga :  Omicron Meningkat, Aktifkan Kembali Isoter di Jatim

Ia menyebut jalan baru berfungsi jika jalur sepenuhnya sudah tersambung di berbagai sisi. Saat ini masih ada kendala di luar teknis. Seperti akses jalan untuk menguruk harus berputar di sebelah utara. “Jadi, ketika akan menguruk jalan di bawah tiang pancang jalur harus berputar dulu,” tuturnya.

Sejak awal ia mengaku proses lelang cukup rumit terkait dengan persyaratan pengerjaan lantaran harus melewati rel kereta api. disebabkan itu, pihaknya belum dapat memastikan berapa penambahan tahun 2022.

“Nanti kontraknya dipotong 20 persen. Tidak 100 persen lagi. Dipotong untuk anggaran Covid-19. Itu kendala awal, terus kendala pembebasan tanah,” katanya.

Menurut Ganjar, durasi kontrak delapan bulan harus terpotong tiga bulan. Jadi, waktu efektif cuma lima bulan. “Kalau cuma lima bulan, siapa yang dapat menyelesaikan pekerjaan itu?” ungkapnya.

Baca juga :  Sindikat Pencuri Kabel Ditembak Mati di Kawasan Aloha Gedangan

Sementara itu, Project Manager PT Dewanto, Yulius Fahmi, menjelaskan, JLLB tahap kedua mencapai 65 persen. Di akhir tahun ini targetnya hanya 80 persen pengerjaan disebabkan ada pemotong anggaran serta pekerjaan. “disebabkan sisi utara belum dapat dikerjakan,” katanya.

Selain itu, menurut Yulius, kendala yang dihadapi sekarang ialah cuaca yang sering hujan sehingga mengganggu pengecoran. Kendala lain ialah utilitas seperti pipa PDAM serta kabel listrik di lokasi.

“Jadwal pengecoran terganggu disebabkan hujan. Kami juga koordinasi dengan instansi terkait untuk utilitas yang harus dipindahkan,” pungkasnya. (rmt/rek)

Sumber »

Must Read

Related News