26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraOknum ASN Pemkot Surabaya Diduga Menipu hingga Rp 1,3 Miliar

Oknum ASN Pemkot Surabaya Diduga Menipu hingga Rp 1,3 Miliar

SURABAYA – Pemkot Surabaya terus mendalami laporan warga yang diduga ditipu oleh oknum aparatur sipil negara (ASN). Pelaku berinisial TR yang tercatat sebagai ASN di lingkungan Pemkot Surabaya menawarkan pekerjaan sebagai ASN pada sembilan warga Kota Surabaya serta Kabupaten Sidoarjo. Nilai kerugian hingga Rp 1,3 miliar.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara menjelaskan, korban dugaan penipuan selain melaporkan ke Pemkot Surabaya juga kepolisian. disebabkan itu, pihaknya masih mendalami serta belum mengambil langkah.

“disebabkan ranahnya masuk ke pidana, maka kami (pemkot) belum dapat bergerak apabila belum ada keputusan inkrah (berkekuatan hukum tetap) dari pengadilan,” kata Febri, Jumat (26/11).

Menurut dia, Badan Kepegawaian serta Diklat (BKD) Kota Surabaya hanya dapat memberikan sanksi pada ASN dari sisi kepegawaian. Selain itu, pemberhentian sementara atau nonjob juga dapat dilakukan apabila seorang ASN itu ditahan untuk proses pengadilan.

Baca juga :  Ini Alasan Rangnick Tarik Keluar Cristiano Ronaldo

“Kami (pemkot) dapat memberhentikan sementara ketika seorang ASN itu statusnya ditahan untuk proses pengadilan. Nah, kalau sudah inkrah baru dapat memberikan sanksi kepegawaian,” tegasnya.

tetapi, Febri menyatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi apa pun dari aparat penegak hukum mengenai status dari oknum ASN yang dilaporkan tersebut. Apakah statusnya itu sudah ditahan atau belum.

meski begitu, ia memastikan bahwa apabila ada ASN yang melakukan pelanggaran atau melanggar hukum, maka Pemkot Surabaya tak segan untuk menjatuhkan sanksi sesuai aturan yang berlaku. Sanksi tersebut sebagaimana tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

“Kalau nanti sudah ada putusan hukuman dari pengadilan baru dapat menentukan yang bersangkutan diberi sanksi kepegawaian seperti apa,” tegasnya.

Baca juga :  Mendag Harapkan Side Events G20 Mampu Dorong Ekonomi Nasional

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Mirzal Maulana membenarkan adanya laporan dugaan penipuan tersebut. Kasusnya sudah tahap penyelidikan serta saat ini terus didalami oleh penyidik. “Kami masih selidiki. Kasus ini ditangani Unit Tipidkor,” katanya. (rmt/gun)

Sumber »

Must Read

Related News