26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraHarga Jual Naik, Penjualan Trias hingga September Tumbuh 20,7 Persen

Harga Jual Naik, Penjualan Trias hingga September Tumbuh 20,7 Persen

SURABAYA – Meskipun masih dibayangi pandemi, tetapi kinerja PT Trias Sentosa Tbk – produsen flexible packaging film – mengalami pertumbuhan signifikan tahun ini. Selain didorong naiknya harga jual, juga disebabkan efisiensi yang dilakukan perseroan.

Menurut Sugeng Kurniawan, Direktur Utama PT Trias Sentosa Tbk, sepanjang Januari hingga September 2021, emiten berkode TRST ini mampu meningkatkan penjualan hingga 20,7 persen. Hal ini didorong bertumbuhnya industri makanan serta minuman serta consumer goods di dalam negeri serta juga luar negeri.

Peningkatan kinerja perseroan juga ditopang membaiknya harga jual produk film packaging sehingga hal ini berimbas positif terhadap perkembangan margin perseroan. Kenaikan harga jual tersebut inline dengan kenaikan harga bahan baku menyusul adanya kenaikan harga minyak bumi di pasar global.

Baca juga :  Cak Eri Pastikan Stok Migor Aman setelah Pantau Toko Ritel Modern

“Mulai Januari hingga September 2021, penjualan kami naik 20,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tahun ini, harga bahan baku naik 15 – 20 persen inline dengan peningkatan harga jual,” kata Sugeng Kurniawan saat public expose, Jumat (26/11).

Dikatakan, sejak Januari hingga 30 September 2021   pihaknya berhasil mencatat penjualan sebesar Rp  Rp2,7 triliun. Sedangkan tahun 2020 periode yang sama, penjualan emiten asal Sidoarjo ini sebesar Rp  Rp2,21 triliun. Sementara laba bruto hingga September 2021 tercatat Rp 347 miliar atau naik 51,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Hingga saat ini, pasar domestik masih memberikan kontribusi terbesar yakni 53 persen. Sedangkan sisanya berasal dari pasar ekspor yakni 47 persen.  Pasar ekspor terbesar ada di Amerika Serikat, Jepang, Australia, negara-negara Asean, China, Taiwan, Timur Tengah hingga Korea Selatan.

Baca juga :  Simpan Sabu di Dompet, Digerebek di Putat Jaya

“Kami memang selalu jaga porsi pasar domestik serta ekspor seimbang. Sehingga kalau ada apa-apa lebih memudahkan kami untuk memindahkan marketnya,” tambahnya.

Sementara itu, peningkatan margin perseroan disebabkan pihaknya berhasil melakukan banyak efisiensi selama ada pandemi Covid 19 baik dari segi material serta energi listrik serta gas. Ke depan masih ada tantangan industri kemasan di antaranya ialah penanganan pandemi hingga gangguan rantai pasokan bahan baku serta barang jadi.

tetapi begitu, dia yakin tahun depan marketnya akan semakin bagus. Hal ini menyusul membaiknya kondisi ekonomi Indonesia serta Global. Meskipun diakui pandemic Covid masih menjadi tantangan. Selama pandemi dapat diatasi akan meningkatkan daya beli masyarakat.

Baca juga :  Dua Gol Jota Antarkan Liverpool ke Final Piala Liga Inggris

Sebab itu, pihaknya tahun  depan akan meningkatkan kapasitas produksi dengan mendatangkan dua mesin baru.  Unit pertama yakni mesin produksi Biaxially Oriented PolyPropylene (BOPP) Films yang memiliki kapasitas produksi 30.000 ton per tahun dengan investasi sebesar US$ 40 juta. serta unit kedua yakni film Cast Polypropylene (CPP) memiliki kapasitas 15.000 ton/tahun dengan investasi US$ 7,5 juta.

“Saat utilisasi sudah mencapai 90 persen sehingga kapasitas produksi harus ditambah. Ini investasi multiyear. Kami harapkan kedua mesin tersebut akan mulai beroperasi pada kuartal IV tahun 2022,” tandas Sugeng Kurniawan. (fix/jay)

Sumber »

Must Read

Related News