26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraAwal Musim Hujan, Pemkot Surabaya Gencar Mitigasi Bencana

Awal Musim Hujan, Pemkot Surabaya Gencar Mitigasi Bencana

SURABAYA – Musim hujan sudah tiba. Pemkot Surabaya kian gencar melakukan mitigasi bencana. BPB Linmas serta Basarnas Surabaya memberikan pelatihan seputar cara evakuasi jika terjadi bencana banjir atau gempa bumi.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, serta Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya Risdiana Kusumawati mengatakan, sosialisasi mitigasi bencana bagi kader PKK itu untuk memberikan edukasi seputar ancaman bencana di Kota Pahlawan. Sebab, Surabaya merupakan daerah rawan bencana disebabkan secara geografis terletak di antara dua lempeng aktif yang dapat menimbulkan potensi gempa.

Selain itu, Surabaya terletak di ketinggian 3-5 meter dari permukaan laut. “Jadi, dapat mengalami banjir rob serta genangan, terutama saat musim hujan,” ungkap Risdiana di Convention Hall, Jalan Arief Rahman Hakim, Surabaya, Kamis (25/11).

Baca juga :  AS-Uni Eropa-Asia Ramai-Ramai Larang Turis dari 8 Negara di Afrika Selatan

Risdiana menyebut ada prediksi curah hujan lebat serta cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur. Sehingga, perlu adanya peningkatan kewaspadaan. Surabaya juga terancam bencana kebakaran. “Banyak masyarakat yang tinggal di pusat dengan rumah bertingkat serta jalan masuk yang kecil (gang sempit). Ketika terjadi kebakaran, akses mobil kebakaran menjadi terhambat,” katanya.

disebabkan itu, ia berharap 154 perwakilan PKK tingkat kelurahan mampu melakukan penyelamatan serta evakuasi. Anggota PKK juga harus tanggap serta tangguh dalam menghadapi bencana. “Kita terus lakukan penyuluhan terkait mitigasi bencana,” katanya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani mengatakan, bencana merupakan kejadian yang tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. tetapi, masyarakat dapat mempersiapkan diri untuk melakukan antisipasi. “Ibu-ibu ini sebagian besar melakukan pekerjaan rumah, maka kami ingin dapat peka, cepat, serta tanggap dalam mengantisipasi bencana,” kata Rini.

Baca juga :  Transformasi Struktur Liabilitas, Biaya Dana BRI Sentuh Titik Terendah

Rini berharap ibu-ibu dapat memberikan edukasi pada anak-anaknya. Sebab, pengetahuan mengenai bencana dapat memancing timbulnya daya kepekaan pada anak. “Contoh, ada bau yang mengarah pada timbulnya kebakaran, maka dapat disampaikan pada anak. Inilah salah satu tugas ibu untuk membantu anak peka terhadap lingkungan,” kata Rini. (rmt/rek)

Sumber »

Must Read

Related News