26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraKhofifah minta Masyarakat Tenang tapi Waspada Gelombang Ketiga

Khofifah minta Masyarakat Tenang tapi Waspada Gelombang Ketiga

SURABAYA – Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama hampir dua tahun. meski kasus positif terus melandai, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengakui ada kekhawatiran kemungkinan ada gelombang ketiga varian baru virus corona.

meski demikian, dia minta masyarakat tenang dengan melakukan kesiapsiagaan dengan baik. “Yang penting, protokol kesehatan dijaga dengan baik. Insya Allah, pemerintah akan selalu memaksimalkan layanan terbaik bagi masyarakat Jawa Timur serta mereka yang berdomisili di Jawa Timur,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Rabu (27/10).

Menurut dia, sejak awal vaksinasi yang dilaksanakan oleh Pemprov Jatim memang diberikan pada semua masyarakat yang berdomisili di Jawa Timur. Sedangkan kabupaten/kota awal-awal memang hanya yang ber KTP di kabupaten/kota masing-masing.

Baca juga :  Humas PN Surabaya Bilang Hakim Itong Tak Punya Riwayat Negatif

“Tapi kita tahu bahwa banyak sekali masyarakat dari luar Jawa Timur, tapi tinggal atau berdomisili di Jawa Timur,” katanya.

untuk menyisir warga non Jatim tersebut, lanjut Khofifah, Pemprov Jatim bekerja sama dengan Polda Jatim serta Kodam V Brawijaya guna memastikan menerima vaksinasi dengan cara door to door. “Kami menyisir warga Papua, kami mendatangi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) serta seterusnya. Kami terus membangun komunikasi dengan masyarakat yang berdomisili di Jawa Timur dengan KTP nonkabupaten/kota di Jawa Timur,” jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Kuratif Satgas Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi mengatakan, meski kasus melandai, masyarakat diimbau mewaspadai adanya gelombang ketiga Covid-19. Berdasar pengalaman sebelumnya, kenaikan kasus ini terjadi ketika musim liburan serta akhir tahun.

Baca juga :  Tambah Fasilitas Ibadah, Okupansi Mall CWS Diharapkan Semakin Meningkat

“Senjata yang paling ampuh mematuhi protokol kesehatan serta vaksinasi. Vaksinasi Jawa Timur ini sudah bagus dibanding provinsi lainnya,” ungkapnya

Jibril memprediksi lonjakan kasus tidak seperti tahun sebelumnya disebabkan saat ini sudah ada vaksinasi. Kecuali ada strain mutasi Covid-19 yang baru. “Seperti varian delta kemarin ditemukan dari deteksi genomic surveillance. Semoga tidak ada varian baru yang masuk serta Covid-19 ini dapat semakin melandai,” katanya. (mus/rek)

Sumber »

Must Read

Related News