26.3 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraAnak Muda Surabaya Masih Banyak Jadi Pengangguran

Anak Muda Surabaya Masih Banyak Jadi Pengangguran

SURABAYA – Pimpinan DPRD Surabaya menyoroti tingkat pengangguran terbuka di Kota Pahlawan, dari usia muda masih tinggi atau 60 persen.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Reni Astuti mengatakan ada 2,35 juta penduduk usia kerja di Surabaya, sementara jumlah penduduk usia kerja yang terdampak pandemi Covid-19 ialah 535.327 orang atau 23,02 persen dari total penduduk usia kerja. Pada momen peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini, soal ini harus menjadi perhatian Pemkot Surabaya.

“Perlu diciptakan ekosistem wirausaha bagi anak-anak muda supaya mereka dapat mengembangkan segala potensi di bidangnya secara maksimal,” kata Reni Astuti di Surabaya, Kamis (28/10).

Menurut dia, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka (TPT) Surabaya meningkat menjadi 9,79 persen per tahun 2020. Lebih khususnya, per 9 Januari 2020, TPT untuk kelompok usia muda (15-24 tahun) berada pada 5,87 persen.

Baca juga :  Wulan Guritno Menolak Tua meski Sudah 40 Tahun

“Dengan kata lain, 60 persen TPT didominasi kelompok anak muda,” katanya. untuk itu, di momen peringatan Sumpah Pemuda ke-93 ini, pihaknya minta Pemkot Surabaya memperhatikan betul kondisi ini sebab sebanyak 60 persen TPT berasal dari kalangan usia muda.

“Maka libatkan anak muda dalam pemulihan ekonomi,” ujar Reni.

Dia menilai anak muda memiliki segudang potensi, keandalan, enerjik, berani mengambil risiko, mau belajar, inovatif serta kreatif, serta melimpah ide serta gagasan.

Ia mencontohkan Ketua Karang Taruna Jagir Cak Pras yang berkecimpung di Komunitas Muda-Mudi Surabaya (KMS) bergerak di bidang lingkungan dengan produk unggulan berupa olahan jelantah menjadi sabun serta masih banyak lainnya.

Baca juga :  Wali Kota Eri Cahyadi Ingin UMK Surabaya Rp 7 Juta

Terkait kepemudaan, politikus PKS ini juga menyampaikan bahwa saat momen reses serta blusukan ke kampung dirinya kerap menerima aduan warga yang meresahkan sulitnya mendapat kesempatan kerja maupun persoalan pengangguran.

“Perlu diciptakan ekosistem wirausaha bagi anak-anak muda supaya mereka dapat mengembangkan segala potensi di bidangnya secara maksimal,” pungkas Reni. (rmt/rak)

Sumber »

Must Read

Related News