26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantara7.909 Orang Asing Berada di Jatim, Tiongkok Paling Banyak

7.909 Orang Asing Berada di Jatim, Tiongkok Paling Banyak

SURABAYA – Jawa Timur menjadi salah satu target kedatangan  orang asing, jumlah  mencapai 7.909 orang. Jumlah tersebut yang tercatat Kanwil Kemenkumham Jatim hingga September 2021.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim Krismono mengatakan, ribuan orang asing itu berasal dari 123 negara yang berbeda. Warga Tiongkok menjadi yang paling banyak  mencapai 1.409.

Jumlah tersebut kemudian disusul Malaysia sebanyak 831 orang serta Korea Selatan sebanyak 534 orang. “Keberadaannya paling banyak di daerah Malang serta Surabaya,” kata Krismono, Minggu (24/10).

Menurutnya, Malang, dipilih disebabkan selama ini menjadi rujukan bagi pelajar asing. Sementara Surabaya paling banyak dikunjungi oleh pebisnis. Ribuan orang asing tersebut datang dengan berbagai jenis izin.

Mulai dari izin tinggal kunjungan (ITK), izin tinggal terbatas (ITAS) maupun izin tinggal tetap (ITAP). “Sementara Ponorogo serta Kediri lebih banyak santri internasional. Mereka banyak menimba ilmu di Ponpes Gontor, ada juga di Al Fatah Temboro,” katanya.

Baca juga :  Aji Santoso minta Persebaya Rendah Hati meski Hancurkan Persita 4-0

Lalu bagaimana cara mengawasinya? Krismono mengaku ada sebanyak 706 tim pengawas orang asing (TimPORA). Baik di tingkat provinsi hingga kecamatan. Tim tersebut terdiri dari petugas lintas sektoral seperti pemda, polisi, tentara hingga BIN.

Oleh disebabkan itu, selain operasi mandiri, petugas imigrasi juga aktif melakukan operasi gabungan. Hasilnya ada 51 tindakan hukum keimigrasian yang dilayangkan pada orang asing.

“Jadi dari jumlah itu, 33 orang asing telah dideportasi serta satu orang asing dilakukan tindakan projusticia,” bebernya.

Saat ini ada tiga orang yang sedang menunggu deportasi di Rumah Detensi Imigrasi di Raci, Pasuruan. Tak hanya itu, ada 13 orang asing yang dikenai biaya beban alias denda. Empat orang lainnya berada di ruang detensi di Kanim Jember, Blitar serta Madiun.

Baca juga :  Banyak Kendala, JLLB Surabaya Tak Capai Target Tahun 2021

Selain itu, ada pula orang asing yang berstatus sebagai pengungsi (refugee). Jumlahnya mencapai 396 orang dari 14 negara berbeda. Ratusan pengungsi itu tersebar di dua penampungan. Yaitu di Akomodasi Pasar Puspa Agro serta Akomodasi Green Bamboo (40).

Di Puspa Agro misalnya ada sekutar 322 pengungsi. Sedangkan di Green Bamboo ada 40 pengungsi. Sisanya ialah pengungsi mandiri. “Lebih dari separo, merupakan pengungsi dari Afghanistan,” terangnya.

Krismono menuturkan, saat ini pihaknya memberikan perhatian serta pengawasan lebih terhadap para pengungsi tersebut. Hal itu setelah melihat situasi politik di timur tengah. Terutama di Afghanistan yang masih belum kondusif sepenuhnya.

“Rata-rata mereka ini terdampar setelah ditolak ketika akan mencari suaka ke Australia,” jelas Krismono.

Baca juga :  Hilang Tiga Hari, Jasad Bocah Manukan Kasman Tersangkut Kabel serta Sampah

Pihaknya juga menerapkan prinsip selective policy dalam hal pelayanan serta fungsi pengawasan keimigrasian terhadap orang asing. Artinya, izin hanya diberikan terhadap orang asing yang dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan rakyat, bangsa serta negara Indonesia.

Selain itu juga tak mengancam atau membahayakan keamanan serta ketertiban umum. “Serta tidak bermusuhan, baik terhadap rakyat, bangsa serta negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila serta Undang-undang Dasar 1945 yang di setujui masuk atau keluar wilayah Indonesia,” pungkasnya. (far/rak)

Sumber »

Must Read

Related News