28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraGerebek Kantor Pinjol Ilegal di Sukomanunggal, 13 Orang Diamankan

Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di Sukomanunggal, 13 Orang Diamankan

SURABAYA – Maraknya aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal membuat masyarakat resah. Polisi menggerebek kantor perusahaan pengelola aplikasi pinjol ilegal PT Duyung Sakti Indonesia di Jalan Satelit Indah BN 8, Kelurahan Tanjungsari, Sukomanunggal, Surabaya.

Dalam penggerebekan tersebut, 13 orang diamankan ke Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya. Informasi yang dihimpun, penggerebekan dilakukan oleh Tim Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim. Selain mengamankan 13 karyawan perusahaan, polisi juga mengamankan barang bukti laptop, sim card, serta berkas-berkas dokumen perusahaan.

Wadirreskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy membenarkan adanya penangkapan terhadap 13 orang terdiri dari karyawan PT Duyung Sakti Indonesia serta korban. “Ada 13 orang termasuk saksi serta korban. Sampai saat ini masih dimintai keterangan penyidik,” katanya, Jumat (22/10).

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan adanya penangkapan tersebut. “Mohon waktu, pekan depan akan dirilis,” katanya singkat.

Baca juga :  Ditahan Brighton, Chelsea Kian Sulit Dekati Manchester City

Pengamatan Radar Surabaya, kantor pinjol yang digerebek Polda Jatim di Jalan Satelit Indah BN 8, Kelurahan Tanjungsari, Sukomanunggal, berupa rumah toko (ruko) tiga lantai. Kondisi dalam ruko tampak sepi tidak ada aktivitas. Selain itu pintu gerbang besi di depan ruko juga terkunci.

Pada bagian depan pintu besi harmonika ruko juga tertutup rapat. Sementara di bagian lantai dua serta tiga, ruko tampak berjendela kaca gelap. Menurut informasi yang diterima di lapangan, di lantai satu ruko dipakai sebagai tempat parkir. Sementara di lantai dua serta tiga dipergunakan kantor.

Salah satu warga sekitar, yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa ruko sudah ada sekitar tiga tahunan. tetapi, baru dipergunakan aktivitas sekitar setengah tahun. “Karyawan nggak pernah ada yang sosialisasi, agak tertutup. Kerjanya apa juga enggak tahu,” sebutnya ditemui di depan rumah.

Baca juga :  50 Ribu Pekerja di Jatim Terdampak Pandemi Covid-19

Menurut dia, ruko buka mulai dari pukul 09.00 pagi. Kemudian tutup pada pukul 21.00. “Kemarin memang ada ramai-ramai, ada aktivitas. Tapi saya enggak tahu kalau itu penggerebekkan,” katanya.

Sebelumnya, Kanit I Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKP Rivaldi mengatakan, Polda Jawa Timur menerima 45 pengaduan masyarakat yang menjadi korban teror pinjaman online (pinjol). Laporan tersebut masuk dalam kurun waktu sekitar satu tahun. Polda Jatim melalui Ditreskrimsus kemudian membentuk satuan tugas (satgas) untuk menangani kasus yang tengah jadi trending topic itu.

“Kami menerima sekitar 45 pengaduan dari masyarakat (terkait pinjol). Masih proses penyelidikan,” katanya.

Dia menyebutkan, tim satgas yang dibentuk Dirreskrimsus sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  “Kami sudah komunikasi dengan OJK,” sebutnya.

Baca juga :  Tabur Bunga di Dermaga Madura Koarmada II Surabaya Kenang Pahlawan Laut

Rivaldi menjelaskan, yang legal di OJK ada sebanyak 106 fintech. Sementara di Jawa Timur yang legal hanya ada dua. “OJK tidak dapat menangani yang ilegal,” ucapnya. Pihaknya mengaku belum dapat memastikan, berapa jumlah pinjol yang ilegal di Jawa Timur. Sebab, yang ilegal biasanya mencantumkan alamat palsu.

Rivaldi minta masyarakat yang menjadi korban teror pinjol supaya melapor di Polda atau Polres setempat. “Kalau misal ada yang merasa dirugikan atau diteror dapat datang lapor. Di Polres juga sudah dapat. Bapak Dirkrimsus juga sudah memberikan arahan silahkan lapor di Polres setempat,” katanya. (rus/rek)

Sumber »

Must Read

Related News