26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraWujudkan Toko Kelontong yang Adaptif-Inovatif, SRC Gandeng Pemkot Surabaya

Wujudkan Toko Kelontong yang Adaptif-Inovatif, SRC Gandeng Pemkot Surabaya

SURABAYA – PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) serta Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur memiliki komitmen yang sama untuk mengembangkan toko kelontong lokal supaya lebih adaptif serta inovatif. Komitmen ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan menghadirkan program Sinau Kelontong Suroboyo (SKS) yakni program berkualitas serta berkelanjutan yang ditujukan untuk para pelaku UMKM khususnya toko kelontong. Program ini diharapkan dapat menggerakkan ekonomi daerah di wilayah tersebut.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan apresiasi terhadap kerjasama yang dilakukan kedua belah pihak. Menurut Eri, kolaborasi dengan PT SRCIS perlu dilakukan sehingga ada pendampingan toko kelontong serta adaptif terhadap kemajuan teknologi yang ke depan akan sangat berpengaruh pada sisi penjualan. “Jika nanti toko kelontong sudah diedukasi serta ditata rapi, insyallah mereka akan lebih hebat lagi dari sekarang. Bahkan, ia berharap nanti ke depannya toko kelontong di Surabaya dapat menjadi tempat yang nyaman bagi warga Kota Surabaya dalam berbelanja,” kata Eri.

Dalam proses edukasi terhadap pelaku UMKM di Surabaya, SRCIS akan melakukan pendampingan langsung pada UMKM toko kelontong dengan target meningkatkan bisnis lewat pemanfaatan teknologi serta digitalisasi. SRCIS akan berperan sebagai pendamping para toko kelontong lokal untuk siap beradaptasi dengan perkembangan zaman serta kebutuhan konsumen di era digital.

Baca juga :  3 Mahasiswa & Pengusaha Burgerchill Dapat Beasiswa BRI Peduli-Creation 2021

Direktur PT SRCIS Rima Tanago menjelaskan situasi pandemi memberikan pelajaran untuk semua industri serta lini kehidupan supaya bergerak taktis serta dinamis, tidak terkecuali toko kelontong sebagai bagian dari Usaha Mikro, Kecil serta Menengah (UMKM). Kebutuhan untuk beradaptasi dengan cepat serta dukungan inovasi teknologi sangat diperlukan untuk mendorong ekonomi daerah serta pada akhirnya berkontribusi pada ekonomi nasional.

“Kolaborasi serta inovasi yang kami lakukan bersama Pemkot Surabaya akan menjadi tonggak sejarah bagi keduanya. Melalui program berkelanjutan seperti SKS ini diharapkan dapat mendorong toko kelontong di wilayah tersebut untuk dapat lebih maju serta berkembang,” jelas Rima dalam keterangan resminya di Surabaya (21/10).

Rima menyatakan dalam proses kerjasama tersebut, para pelaku UMKM toko kelontong akan diberikan edukasi, pembinaan, serta pendampingan sehingga mereka dapat memberikan sebuah keputusan tepat dalam hal berbisnis, terutama ketika menghadapi situasi krisis sekalipun. Selain itu para pedagang kelontong akan mendapatkan transfer knowledge mengenai inovasi teknologi yang dapat diaplikasikan untuk mendukung aktivitas ke depan.

Baca juga :  Green Sukuk Ritel ST008 BRI Lampaui Target Penjualan

Berdasarkan data Kementerian Koperasi serta UKM pada Juli 2021 hanya sebanyak 15,3 juta UMKM di Indonesia atau 23,9 persen dari total UMKM yang sudah melakukan digitalisasi. “untuk itu jumlah UMKM yang go digital harus terus didorong supaya seluruh UMKM di Indonesia naik kelas ke level selanjutnya, serta SRCIS serta Pemkot Surabaya memiliki niat yang sama untuk berkontribusi dalam hal ini,” kata Rima.

Apalagi, digitalisasi sudah terbukti dapat menyelamatkan UMKM dari masa-masa krisis. Laporan Bank Indonesia (BI) menyebut digitalisasi telah menyelamatkan 12,5% pelaku UMKM dari kebangkrutan selama pandemi. Digitalisasi juga memperkuat ketahanan UMKM selama masa pandemi COVID-19 serta pemulihan ekonomi.

Disampaikan oleh Rima, implementasi program Sinau Kelontong Suroboyo nantinya berupa edukasi serta pembinaan usaha untuk para pelaku toko kelontong di Surabaya. Pelaku UMKM dapat mendapatkan berbagai ilmu dari kelas-kelas edukasi, khususnya dalam membangun serta mengembangkan bisnis toko kelontong. Adapun kerjasama ini dilakukan dalam beberapa tahap. Tahap pertama akan dijalankan di 12 kecamatan di Surabaya, kemudian akan dilakukan evaluasi serta diskusi untuk tahapan selanjutnya.

Baca juga :  PLN: Konsumsi Listrik di Indonesia Capai 210 Tera Watt pada Oktober 2021

“Didukung digitalisasi, program tersebut akan menciptakan ekosistem bisnis yang mumpuni sehingga pengembangan bisnis di toko kelontong dapat bergerak secara serentak, diharapkan dapat memberikan dampak yang besar bagi masyarakat serta perekonomian kota Surabaya. Kami berharap UMKM toko kelontong wilayah Surabaya dapat menggerakkan ekonomi kerakyatan yang luar biasa,” ujar Rima.

Rima menambahkan UMKM di Surabaya akan lebih cepat mandiri disebabkan SRCIS juga membantu dalam pendistribusian produk-produk UMKM lokal melalui Pojok Lokal SRC. Adapun, Pojok Lokal SRC disediakan di toko kelontong SRC sebagai wadah bagi para UMKM di sekitar toko kelontong untuk menjual produk usahanya. Beragam varian produk UMKM dapat ditemukan di Pojok Lokal, mulai dari makanan ringan, kerajinan tangan, serta berbagai macam produk khas lokal lainnya.

“Dengan demikian ada mata rantai yang saling menguntungkan di antara para pelaku UMKM. Oleh disebabkan itu sinergi antara Pemerintah serta swasta perlu dilakukan secara kontinu untuk menghasilkan sebuah inovasi terbaik serta memberikan dampak luas pada masyarakat baik secara sosial maupun ekonomi ,” katanya. (*/jay)

Sumber »

Must Read

Related News