26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraUNESA Dorong Pengembangan Modul Sekolah Inovatif di Daerah

UNESA Dorong Pengembangan Modul Sekolah Inovatif di Daerah

SURABAYA – Dosen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengadakan Pelatihan Penyusunan Modul Pengembangan Sekolah yang Inovatif Berbasis Riset pada para Guru serta Kepala Sekolah di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan serta inovasi guru serta kepala sekolah dalam merancang modul pengembangan sekolah kreatif.

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari pengabdian pada masyarakat ‘berutan’ dari tim dosen Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA yaitu Shelly Andari, S.Pd., M.Pd; Dr. Erny Roesminingsih, M.Si.;Syunu Trihantoyo, S.Pd., M.Pd.; serta Windasari, S.Pd., M.Pd.

Ketua PKM, Shelly Andari S.Pd., M.Pd., menyatakan bahwa kegiatan pelatihan tersebut didasarkan pada studi pendahuluan untuk mengetahui keadaan guru serta kepala sekolah di Paiton. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan survey kebutuhan guru serta kepala sekolah di lapangan. “Dari situ kami identifikasi apa saja masalahnya di sana serta solusi apa yang dapat dilakukan. Pelatihan ini bagian dari upaya kami untuk guru serta kepsek di sana,” tuturnya.

Baca juga :  MEREKA SELAMA INI PAKE DAGING SAPI YG MASIH SEGER untuk BAHAN BAKUNYA | EMANG SEENAK APA SIH?A…

UNESA Dorong Pengembangan Modul Sekolah Inovatif di Daerah(ISTIMEWA)

Pelatihan tersebut terdiri dari beberapa tahap yang terdiri dari dasar sekolah inovatif, modul pengembangan sekolah inovatif berbasis riset, cara penyusunan modul, pengembangan sekolah inovatif berbasis riset serta juga pendampingan atau coaching clinic penyusunan modul.

Shelly memaparkan, sekolah inovatif ialah sekolah yang memberi kebebasan anak untuk berkreasi, mengekspresikan perasaan, serta mengeksplorasi bakat serta minatnya. Sekolah selain menekankan pemahaman, juga harus mampu membekali peserta didik dengan keterampilan serta kebutuhan di masyarakat. Sekolah yang harus tanggap atas keadaan dalam memenuhi harapan terhadap kebutuhan lingkungan peserta didik dengan pembangunan.

Pengembangan sekolah inovatif dapat dilakukan dengan langkah awal menyusun modul pengembangan sekolah. Modul pengembangan sekolah inovatif memuat panduan mengenai bagaimana cara menggali serta mendayagunakan seluruh potensi sekolah untuk menjawab berbagai pertanyaan serta permasalahan yang terjadi di sekolah.

Baca juga :  Sri Mulyani: Pemerintah Harus Belajar dari Delta untuk Tangani Omicron

Konsep sekolah inovatif perlu diimplementasikan sebagai upaya untuk mewujudkan sekolah yang ideal bagi masyarakat. Kondisi sekolah yang terdapat di Kecamatan Paiton Kabupaten Probolinggo perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan dengan memberikan bekal pengetahuan serta praktis pada kepala sekolah maupun guru yang ada di sekolah-sekolah tersebut.

“Dengan pelatihan ini, semoga dapat memberikan impact yang baik tidak hanya untuk internal sekolah tetapi juga lingkungan eksternal dengan mendayagunakan seluruh potensi yang dimiliki di sana menuju penyelanggaraan pendidikan yang berkualitas serta berdaya saing,” harapnya. (hum/jay)

Sumber »

Must Read

Related News