28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraTaliban Tak Diizinkan Akses Dana Cadangan Bank Sentral Afghanistan di AS

Taliban Tak Diizinkan Akses Dana Cadangan Bank Sentral Afghanistan di AS

WASHINGTON – Tidak ada situasi di mana Taliban akan diizinkan mengakses dana cadangan bank sentral Afghanistan yang sebagian besar disimpan di Amerika Serikat, kata Wakil Menteri Keuangan AS Wally Adeyemo pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

Taliban mendapatkan kembali kekuasaan di Afghanistan pada Agustus. Taliban kemudian minta Amerika Serikat untuk mencabut blokir terhadap dana cadangan bank sentral Afghanistan senilai lebih dari 9 miliar dolar AS (sekitar Rp126,9 triliun) yang disimpan di luar Afghanistan saat negara itu berjuang untuk menahan krisis ekonomi yang semakin dalam.

“Kami percaya bahwa penting bagi kami untuk mempertahankan sanksi terhadap Taliban tetapi pada saat yang sama berupaya menemukan cara untuk memberi bantuan kemanusiaan yang sah untuk sampai ke rakyat Afghanistan. Itulah tepatnya yang kami lakukan,” kata Adeyemo pada Komite Perbankan Senat AS.

Baca juga :  Kelas Pintar Siap Bantu Sekolah Berbasis Teknologi di Jawa Timur

Taliban mengambil kembali kekuasaan di Afghanistan pada Agustus setelah Amerika Serikat menarik pasukannya, yakni hampir 20 tahun setelah kelompok itu digulingkan oleh pasukan pimpinan AS setelah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

AS serta negara-negara Barat lainnya sedang bergulat dengan pilihan sulit disebabkan krisis kemanusiaan yang parah terjadi secara luas di Afghanistan.

Mereka mencoba mencari cara untuk terlibat dengan Taliban tanpa memberi kelompok itu legitimasi untuk memerintah, sambil memastikan bantuan kemanusiaan mengalir ke Afghanistan.

“target kami ialah untuk memastikan bahwa kami menerapkan rezim sanksi terhadap Taliban serta jaringan Haqqani, tetapi pada saat yang sama memungkinkan aliran bantuan kemanusiaan yang diizinkan ke Afghanistan,” kata Adeyemo.

Baca juga :  Ketua DPRD Jatim minta Pj Sekdaprov Segera Lakukan Penyelesaian RKPD

Jaringan Haqqani ialah kelompok yang berafiliasi dengan Taliban yang berbasis di dekat perbatasan dengan Pakistan. Jaringan itu disalahkan atas beberapa serangan bunuh diri terburuk dalam perang tersebut.

Adeyemo mengatakan Departemen Keuangan AS mengambil setiap langkah yang dapat dilakukan dalam rezim sanksinya untuk menjelaskan pada kelompok-kelompok kemanusiaan bahwa Washington ingin memfasilitasi aliran bantuan pada rakyat Afghanistan.

tetapi, dia juga memperingatkan supaya bantuan kemanusiaan dapat mengalir masuk ke Afghanistan, Taliban harus mengizinkan bantuan itu terserap di dalam negeri.

Departemen Keuangan AS pada Agustus semakin membuka jalan untuk bantuan mengalir ke Afghanistan meskipun ada sanksi AS terhadap Taliban saat departemen itu mengeluarkan dua izin umum. (antara/jay)

Baca juga :  Tracing 36 Siswa serta 56 Guru SMAN 22 Surabaya, PTM Terancam

Sumber »

Must Read

Related News