30 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraTiga Rute Feeder di Surabaya Diujicobakan Pertengahan Tahun 2022

Tiga Rute Feeder di Surabaya Diujicobakan Pertengahan Tahun 2022

SURABAYA –  Kota Surabaya terus mengembangkan serta meremejakan moda transportasi masal di Surabaya supaya mengurangi kemacetan di jalan. Pasalnya, tiap tahun kendaraan di jalanan meningkat. Oleh disebabkan itu Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya akan memberlakukan transportasi penghubung (feeder) di tiap kawasan.

Kepala Dishub Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, rencananya pertengahan tahun depan akan dioperasikan 36 unit armada feeder yang diujicobakan untuk tiga rute. Ia menyebut, hasil kajian dari akademis visualisasi kendaraan yang menggunakan demand-nya tinggi seperti rute lyn V, DA serta O.

“Feeder ini untuk memudahkan masyarakat yang ingin naik Suroboyo Bus terkoneksi ke shelter terdekat,” katanya, Senin (18/10).

Transportasi feeder merupakan pengganti angkot yang ada. Dengan dilakukan secara bertahap, menjadi prioritas dalam koneksitas dengan angkutan penumpang kapasitas besar seperti bus, atau Suroboyo Bus. “Feeder sendiri ialah pengumpan. Jadi ini angkutan berkapasitas kecil. Sementara, tiga rute ini rute angkot yang sudah ada,” jelasnya.

Baca juga :  Transformasi Struktur Liabilitas, Biaya Dana BRI Sentuh Titik Terendah

Ia mengaku pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada para sopir hingga ketua angkot (lyn). “Ketua lyn serta sopir sudah setuju serta sesuai dengan program rerouting (pengaturan ulang rute) kita disebabkan saat ini tidak semua angkutan relevan dengan perkembangan kota,” ungkapnya.

Lebih lanjut Irvan menjelaskan, dalam tahap awal sosialisasi keberadaan feeder ini, Dishub yang akan menciptakan dulu pilot project-nya sebelum kemudian dilakukan skema Buy The Service (BTS). Sistem Buy The Service yang digagas oleh Kementerian Perhubungan ialah sistem pembelian pelayanan oleh pemerintah pada pihak operator angkutan umum. Sehingga kualitas pelayanan angkutan umum, khususnya angkutan perkotaan dapat ditingkatkan.

“Sementara kami yang memberi contoh, kan ada Suroboyo Bus. Kita memberikan layanan, kita adakan dulu juga armadanya seperti mini bus. Nanti kita lelang kalau sudah jalan demand-nya berapa, pendapatannya berapa, SOP seperti apa. Langkah berikutnya ialah skema BTS,” jelasnya.

Baca juga :  Tak Suka Istri Dandan Seksi Jadi SPG Hape

Dia memastikan roadmap serta masterplan operasional feeder sudah ada, hanya tinggal menghitung berapa kemampuan anggaran untuk itu. “Seperti intelligence transportation itu masterplan-nya 2010 baru tuntas tahun kemarin. Semua simpang sudah dapat terintegrasi. Jadi ini butuh anggaran yang besar,” imbuhnya.

Sedangkan untuk moda transportasi Autonomous Rail Rapid Transit (ART) menurutnya, sudah masuk tahap blue print perencaaan. Salah satu yang akan dilalui ART ialah rute Bangkalan-Pasar Turi yang akan terkoneksi dengan angkutan kota.

“Kami sudah siapkan baik Suroboyo Bus, atau BTS tahun depan. Kemudian feeder itu semua kami konektivitaskan dengan fasilitas pejalan kaki, jalur sepeda, transportasi sungai termasuk wisata belanja religi maupun sejarah,” tegasnya.

Baca juga :  Kadin Jatim Percepat Pemulihan Ekonomi Pascapandemi dengan Pameran BBI

Pengadaan bus operasional melalui program BTS saat ini sedang dalam proses kerja sama dengan tiga kementerian. “Ada 11 rute yang direncanakan akan menjadi jalur yang dilewati bus tersebut tahun depan,” pungkasnya. (rmt/nur)

Sumber »

Must Read

Related News