32 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraSurabaya Resmi PPKM Level 1, Wali Kota Eri Gaspol Bangkitkan Ekonomi

Surabaya Resmi PPKM Level 1, Wali Kota Eri Gaspol Bangkitkan Ekonomi

SURABAYA – Perjuangan Surabaya untuk menurunkan level PPKM selama ini tidak sia-sia. Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 53 Tahun 2021, Kota Surabaya sudah dinyatakan masuk dalam PPKM Level 1 terhitung sejak Selasa (19/10).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut, Surabaya masuk Level 1 lantaran dalam Inmendagri tidak ada lagi wilayah aglomerasi. Saat ini penanganan Covid-19 dibebankan pada masing-masing kota/kabupaten.

“Kalau sekarang sudah dibebankan pada setiap kota. Surabaya sendiri memang sudah level 1 sejak beberapa bulan yang lalu,” kata Eri, Selasa (20/10).

Dengan status level 1, tentu ada pelonggaran yang dilakukan oleh Pemkot Surabaya. disebabkan itu, pemkot akan kembali menggerakan roda ekonomi. tetapi, Eri tidak mau ada efouria penurunan level. Seluruh warga Surabaya tetap diminta menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Kita akan gaspol untuk meningkatkan ekonomi di Surabaya. disebabkan sudah lama pergerakan ekonomi warga Surabaya terhenti. Jadi, pemerintah harus hadir untuk membangkitkan kembali ekonomi kota,” tegas Eri.

Baca juga :  140 PMI dari Malaysia Tiba di Bandara Juanda 22 Januari

Ia menyebut dalam waktu dekat akan menggandakan rapat dengan jajarannya untuk pembahasan kegiatan yang dapat mendongkrak perekonomian. Seperti pergelaran seni serta pembukaan sektor pariwisata.

Ada enam indikator Surabaya dapat turun jadi Level 1 PPKM Jawa-Bali berdasarkan Inmedagri. Kasus konfirmasi positif saat ini hanya 15 kasus Covid-19 dari 3,2 juta penduduk. Rawat inap rumah sakit per 100 ribu penduduk saat ini 3,43 persen (tingkat 1). Kemudian, angka kematian per 100 ribu penduduk berada di angka 0,65 (tingkat 1).

Selanjutnya, vaksinasi dosis satu sudah 115 persen, jauh di atas daerah lain. Kemudian vaksinasi dosis dua sudah mencapai 90 persen. Eri memastikan akan terus mengejar target vaksin dosis dua hingga 100 persen.

“Saya matur nuwun pada warga Surabaya. Waktunya bangkit. Jangan dirusak kebangkitan serta upaya kebangkitan ekonomi dengan prokes. Ayo, bebarengan kita pulihkan kembali ekonomi serta jangan sampai abai dengan prokes. disebabkan kalau nanti naik lagi (level), maka yang rugi ialah warga Surabaya sendiri,” ucapnya.

Baca juga :  Mendag Harapkan Side Events G20 Mampu Dorong Ekonomi Nasional

Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, dengan turun ke PPKM Level 1, setidaknya ada tiga dampak positif yang mesti dikawal supaya berimbas secara optimal ke masyarakat. Pertama, penyesuaian berbagai sektor ekonomi. Tentu semuanya akan mempercepat upaya pemulihan ekonomi di Kota Pahlawan.

”Akan ada banyak penyesuaian tentunya. Misalnya, sejumlah sektor usaha dapat beroperasi dengan peningkatan kapasitas pengunjung, yang semuanya telah diatur di Instruksi Mendagri. Tentu ini momentum pemulihan ekonomi,” ujar Adi.

Kemudian kebijakan fiskal yang lebih ekspansif. Pulihnya ekonomi akan berdampak pada pendapatan daerah, yang semuanya akan disalurkan kembali dalam berbagai program pembangunan, perlindungan sosial, serta pemberdayaan ekonomi. Tahun depan, APBD Surabaya direncanakan berkekuatan lebih dari Rp 10 triliun. Kini dalam pembahasan antara Pemkot serta DPRD. Ketiga, penyesuaian pada sektor sosial termasuk pendidikan.

Baca juga :  Lecehkan Korban Perkosaan, Kapolda Jateng Copot Kasat Reskrim Boyolali

Adi minta Pemkot Surabaya untuk mengawal serta memfasilitasi kesiapan sekolah dalam menjalankan pembelajaran tatap muka. ”Kalau ada aspek yang kurang di sekolah, bantu serta fasilitasi, sehingga sekolah siap, sehingga anak-anak kita segera back to school secara fisik. Ini penting untuk meminimalisasi dampak kehilangan pengetahuan akibat pembelajaran jarak jauh yang penuh tantangan, timbulnya learning loss, yang akan sangat berbahaya bagi kompetensi generasi penerus bangsa,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti mengatakan, turun status pandemi ke level 1 saat ini berkat partisipasi serta kontribusi masyarakat Surabaya. Capaian ini, lanjut Reni, tidak lepas dari peran kepemimpinan Wali Kota Surabaya dalam penanganan Covid-19 bersama forkopimda, perguruan tinggi, lembaga swasta, hingga dunia usaha.

“Mari jaga bersama kondisi ini. Di samping upaya penanganan Covid-19 di bidang kesehatan dengan 3T, kita gerakkan ekonomi untuk kesejahteraan warga,” ujar Reni. (rmt/rek)

Sumber »

Must Read

Related News