26 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaSambil Menangis, Ibu Korban Lakalantas di Sidoarjo minta Terdakwa Dihukum Berat

Sambil Menangis, Ibu Korban Lakalantas di Sidoarjo minta Terdakwa Dihukum Berat

SIDOARJO, – Wajah sedih masih terlihat jelas dalam raut wajah Mariyati saat berada di kursi tunggu Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

Ya, ibu 45 tahun itu masih terpukul berat sejak ditinggal mendiang putranya yang masih berusia 16 tahun, Jonahtan Marcel Ananda Cindrawan.

Jonahtan, panggilan akrab putranya itu wafat disebabkan kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Jalan Raya Gedangan Sidoarjo pada 21 Mei 2021 dini hari.

tetapi yang masih belum dapat diterima ibu empat anak itu disebabkan meninggalnya putra ketiganya itu ditabrak truk Nopol AD 1593 UA yang dikemudikan Yunianto.

Kini perkara laka lantas itu masuk ke ranah hukum yang tergister Nomor : 680/Pid.Sus/2021/PN SDA. Yunianto, supir yang mengakibatkan Jonahtan Marcel Ananda Cindrawan meninggal dunia tengah diadili. Agendanya tuntutan pada terdakwa.

tetapi, tuntutan kali ini ditunda disebabkan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sidoarjo belum siap. “Tuntutan kami tunda minggu depan,” ucap JPU Kejari Sidoarjo Rina Widyastuti Selesai menunda sidang yang diketuai majelis hakim Leba Max Nandoko Rohi, Selasa (19/10/2021).

Baca juga :  Kejadian ini di jalan gajah mada sidoarjo, diduga seorang buronan kasus narkoba yang ingin mela…

meski sidang tuntutan ditunda, tetapi ibu korban, Mariyati tetap setia menunggu. Ia minta supaya terdakwa dihukum seberat-beratnya. “Kami minta (terdakwa) supaya dihukum seberat-beratnya, seadil-adilnya, ucap Mariyati Selesai sidang sambil menangis.

Ia mengaku, almarhum putranya ialah sosok yang baik serta malaikat baginya. Mariyati mengingat sebelum peristiwa itu menimpa, almarhum putranya itu sempat pinjam handphone saya untuk belajar serta keluar membawa sepeda motor Ninja Ninja L 5754 LC.

tetapi, ibu empat anak itu sempat kaget ketika ada seseorang menelpon ke rumah serta memberitahukan bahwa putranya kecelakaan di Jalan Raya Gedangan, Sidoarjo.

“Saya sempat tidak percaya. Saya akhirnya datang ke lokasi serta memang benar melihat anak saya tergeletak di pinggir jalan. Saya langsung syok,” kenangnya.

Baca juga :  HAHH !!! 200pcs FREE GIFT ??Iyaa FREE GIFT Hanya di @taraphone_sidoarjountuk boskuh yang t…

Saat kejadian itu, korban yang masih siswa kelas XI SMAN 12 Surabaya itu kemudian diangkut dengan mobil pikap menuju rumah sakit Mitra Keluarga tetapi tim medis menyatakan sudah tidak tertolong.

“Akhirnya putra saya dibawa ke RSUD Sidoarjo. Lalu dibawa ke Nganjuk untuk dikebumikan di makam keluarga yang ada di sana,” akunya.

meski demikian, Mariati sangat kecewa dengn pihak Kepolisian disebabkan saat kecelakaan itu dikatakan kecelakaan tunggal. untuk membantah itu, keluarga kemudian berusaha mencari informasi.

Pihak Keluarga mendapat rekaman CCTV di lokasi bahwa korban tidak kecelakaan tunggal tetapi terlibat kecelakaan dengan truk yang dikemudikan terdakwa Yunianto. Bukan hanya itu, pihak keluarga juga mendapat rekaman video dari masyarakat yang diunggah di medsos.

tetapi, lebih terpukul lagi bagi Mariyati bahwa almarhum putranya dikatakan saksi dalam sidang tak memakai helm serta tak membawa STNK. Padahal, dalam video juga terlihat jelas korban pakai helm serta membawa surat-surat kendaraannya di dalam tas yang sempat dibuka oleh warga sekitar.

Baca juga :  Terpantau MACETteko gedangan gampek kongfitgae sing moleh kerjo ati2 #infodarjo #sidoarjo #…

“Jujur saya sempat kecewa dengan proses penyidikan di Satlantas Polresta Sidoarjo,” ungkapnya. Apalagi, barang bukti helm serta surat STNK tidak dijadikan barang bukti dalam persidangan.

“Sudah disampaikan saat penyidikan barang bukti itu, tapi waktu itu disuruh bawa lagi. Ini bagi kami aneh. Kan seharusnya ini dijadikan barang bukti,” jelasnya.

Nuhadi A.Y. Tumanggor, kuasa hukum korban menambahkan pihaknya menilai ada dugaan tindakan penyidik yang tidak profesional dalam menangani perkara tersebut.

“Nanti kaitannya ini akan kami laporkan ke Propam Polda Jatim. Kami juga kordinasi dengan KPAI untuk keadilan ini,” pungkasnya.

Sumber »

Must Read

Related News