29 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraIndeks Pemulihan Covid-19 Indonesia Terbaik di ASEAN

Indeks Pemulihan Covid-19 Indonesia Terbaik di ASEAN

JAKARTA – Ketua Komite Penanganan Covid-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mengatakan, recovery indeks Covid-19 Indonesia saat ini menjadi yang terbaik di ASEAN. Berdasarkan data Nikkei, recovery indeks Indonesia berada di nomor 54.

Hal ini lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Kamboja, Filipina, Laos, Myanmar, Vietnam, serta Thailand.

“Peringkat Indonesia per 6 Oktober 2021 menjadi ranking 54, membaik dari posisi 31 Juli yang ranking 114 serta posisi 31 Agustus ranking 92. Posisi peringkat ini juga lebih baik dari semua negara ASEAN lainnya, seperti Singapura di peringkat 70, Malaysia peringkat 102, serta Thailand ranking 109,” tutur Airlangga saat konferensi pers secara daring, awal pekan lalu.

Baca juga :  Ning Lia Puji Bupati Ponorogo Komunikasi dengan Warga Melalui Musik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menambahkan, data juga menunjukkan angka capaian pengendalian Covid-19 di Indonesia sangat baik.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, kasus konfirmasi harian di Indonesia sebesar 4,60 kasus per 1 juta penduduk. Hal ini jauh lebih rendah  atau lebih baik dibandingkan negara lain, seperti Singapura (541,9 kasus), Inggris (525,3 kasus), Malaysia (277,7 kasus), serta Philipina (95,55 kasus) per 1 juta penduduk.

Airlangga menjelaskan, terjadi penurunan kasus aktif sejak awal penerapan PPKM Level 4 pada 9 Agustus lalu di sejumlah pulau di Indonesia. Misalnya, Sumatera menunjukkan penurunan 94,10 persen, Nusa Tenggara dengan 95,26 persen, Kalimantan 93,18 persen, Sulawesi dengan 90,90 persen, serta Maluku serta Papua sebesar 88,86 persen.

Baca juga :  Gondol Uang Perusahaan di Sukomanunggal, Ditangkap di Kalteng

Sementara, persentase penurunan kasus aktif secara nasional berada di angka 94,55 persen. Airlangga menegaskan, tidak ada provinsi di luar Jawa-Bali yang masuk dalam penerapan PPKM Level 4 dalam sepekan terakhir. Meskipun, harus diakui masih ada tiga provinsi yang masuk PPKM Level 3, 22 provinsi di Level 2, serta dua provinsi sudah berada di Level 1. Kedua provinsi ini ialah Kepulauan Riau serta Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Kalau dilihat di tingkat kabupaten/kota di Luar Jawa serta Bali, terdapat 1 kab/kota di Level 4, ada 38 kab/kota di Level 3, sebanyak 278 kab/kota di Level 2, serta terjadi peningkatan kab/kota di Level 1 menjadi sebanyak 69 kab/kota,” tutur Menko Airlangga.

Baca juga :  Ada yang lain?. Ga da deh. Gus Muhaimin ae wes 2024, Gaaassss…[email protected] @dpp_pkb @dpwpkbj…

Padahal, pekan lalu wilayah kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 1 sebanyak 52 kab/kota. Airlangga mengatakan, masih adanya satu wilayah yang menerapkan PPKM Level 4, yakni di Kota Sabang, disebabkan disebabkan meningkatnya jumlah kematian dalam beberapa hari terakhir.

tetapi, pemerintah menilai indikator transmisi komunitas di Sabang menunjukkan data yang bagus. Yakni kasus konfirmasi serta rawat inap di level 1. (arb/opi)

Sumber »

Must Read

Related News