26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraGempa Magnitudo 4,8 di Bali Sebabkan 3 Warga Meninggal, Belasan Luka 

Gempa Magnitudo 4,8 di Bali Sebabkan 3 Warga Meninggal, Belasan Luka 

DENPASAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali melaporkan hingga saat ini ada tiga orang yang meninggal dunia akibat gempa tektonik bermagnitudo 4,8, yang berlokasi di darat pada jarak 8 kilometer barat laut Kabupaten Karangasem, Sabtu (16/10) pukul 04.18 Wita.

“Ada dua orang yang meninggal dunia di Kabupaten Bangli serta satu orang meninggal dunia dari Kabupaten Karangasem,” kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali I Made Rentin dikonfirmasi dari Denpasar, Sabtu.

Selain itu, gempa dengan kedalaman 10 kilometer itu juga menyebabkan tujuh orang mengalami patah tulang di Kabupaten Karangasem. “Informasi yang kami terima hingga pukul 08.15 Wita, di Kabupaten Karangasem itu untuk satu orang yang meninggal dunia masih dalam tahap evakuasi dari reruntuhan bangunan serta tujuh orang yang patah tulang sudah berhasil dievakuasi ke puskesmas terdekat serta RSUD Karangasem,” ucapnya.

untuk dampak guncangan di wilayah Kabupaten Bangli, kata Rentin, dua warga meninggal dunia yang bernama Ni Kadek Wahyuni (25) serta Lionel (8) telah dievakuasi ke puskesmas setempat. “Empat warga yang sempat tertimbun material bangunan dapat diselamatkan tim SAR, sedangkan empat lainnya berhasil melakukan evakuasi mandiri,” katanya.

Baca juga :  Simpan Sabu di Dompet, Digerebek di Putat Jaya

Gempa Magnitudo 48 di Bali Sebabkan 3 Warga Meninggal BelasanKerusakan yang terjadi akibat gempa tektonik bermagnitudo 4,8, yang berlokasi di darat pada jarak 8 kilometer barat laut Kabupaten Karangasem pada Sabtu (16/10) dini hari. (ANTARA)

Identitas korban yang selamat, di antaranya Made Mudawati (50), Novitasari (17), Dede Solikin (28), Ni Putu Wahyuni (28), Devina (4) serta seorang bayi berusia delapan bulan.

untuk di Kabupaten Bangli, ada tiga titik longsoran dari Bukit Abang sehingga menghambat proses evakuasi melalui akses darat. Tim SAR menggunakan akses danau untuk proses evakuasi.

“BPBD Kabupaten Karangasem serta Bangli masih melakukan pemutakhiran data di lokasi kejadian. Demikian juga dengan data kerusakan masih dalam tahap pendataan BPBD setempat,” ujar Rentin yang juga Sekretaris Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali itu.

Sementara itu berdasarkan keterangan tertulis Kepala Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar Agus Wahyu Raharjo menyatakan gempa tektonik bermagnitudo 4,8 itu, episenter terletak pada koordinat 8,32° LS; 115,45° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 kilometer barat laut Karangasem, Bali pada kedalaman 10 kilometer.

Baca juga :  140 PMI dari Malaysia Tiba di Bandara Juanda 22 Januari

“Dengan memperhatikan lokasi episenter serta kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal,” katanya.

BPBD Bali juga melaporkan hingga saat ini ada empat warga Kabupaten Karangasem yang mengalami luka berat serta sembilan orang luka ringan akibat gempa bermagnitudo 4,8 itu. “Selain itu, ada satu warga bernama Ni Luh Meriani berusia 3 tahun dari Dusun Jatituhu, Desa Ban, Karangasem, yang meninggal dunia akibat gempa,” kata I Made Rentin.

Rentin mengemukakan, data sementara, gempa dengan magnitudo 4,8 tersebut yang berdampak di Kabupaten Karangasem serta Bangli, telah menyebabkan tiga orang meninggal dunia, enam orang luka berat, 10 orang luka ringan, satu orang trauma tekanan di perut serta satu orang cedera ringan di kepala.Korban yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka berat serta ringan di Kabupaten Karangasem, semuanya berasal dari Dusun Jatituhu, Desa Ban. Adapun identitas empat korban yang mengalami luka berat di Kabupaten Karangasem atas nama I Ketut Paing, I Ketut Keten, I Nyoman Sinar serta Ni Nyoman Murni.

Baca juga :  Dua Gol Jota Antarkan Liverpool ke Final Piala Liga Inggris

Sementara sembilan warga yang mengalami luka ringan, yakni Putu Trimade, Kartawa, Komang Dukuh Bujangga, Budiarsana, Ketut Kartawa, Keristian, Ni Nyoman Nuada, I Nyoman Mudra serta Ni Nyoman Sukanada.

Selain menimbulkan korban jiwa serta luka-luka, gempa juga menyebabkan akses jalan terganggu di Desa Cegi, Kecamatan Kubu, Karangasem, disebabkan tertutup longsor.

Selanjutnya berdasarkan pemutakhiran data hingga pukul 11.45 Wita, untuk dampak gempa di Kabupaten Bangli telah menyebabkan dua orang meninggal dunia, dua orang luka berat, satu orang luka ringan, satu orang trauma tekanan di perut, serta satu orang cedera ringan di kepala. “Mereka ini ada yang dari Desa Trunyan, Desa Suter serta Desa Peninjoan,” ucap Rentin.

Rentin mengimbau masyarakat supaya tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Selain itu supaya menghindari bangunan yang retak serta rusak diakibatkan oleh gempa,” katanya. (antara/jay)

Sumber »

Must Read

Related News