34 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraTransportasi Kalimas Masih Mandek gara-gara Refocusing Anggaran

Transportasi Kalimas Masih Mandek gara-gara Refocusing Anggaran

SURABAYA – Pemkot Surabaya sudah lama ingin mengembangkan transportasi air di Sungai Kalimas. tetapi, rencana itu masih terkendala anggaran yang dialihkan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kota Surabaya Soenoto mengatakan, mandeknya realisasi transportasi air disebabkan refocusing anggaran. Selama hampir dua tahun ini fokus pemkot ialah mengatasi pandemi korona dengan segala dampak sosial ekonominya. Akibatnya, banyak program yang terkendala.

untuk sementara, pihak pemkot akan menggarap jalur transportasi air sepanjang lima kilometer yang dimulai dari Monumen Kapal Selam (Monkasel) hingga ke Petekan. Nantinya secara bertahap akan dilakukan penyiapan untuk tiga sungai besar lainnya, yakni Sungai Jagir, Sungai Branjangan, serta Sungai Greges.

Baca juga :  PON XX Papua Selesai, Jawa Barat Juara Umum, Jawa Timur Peringkat Ketiga

“disebabkan adanya refocusing anggaran dalam dua tahun ini. Sekarang masih membantu Dinas Pariwisata serta Kebudayaan (Disbudpar) untuk jalur pariwisata air sepanjang lima kilometer dari Monkasel hingga ke Petekan,” kata Soenoto di Surabaya, Kamis (14/10).

Selain pengalihan anggaran, menurut dia, kendala lain dalam menyiapkan sarana transportasi air ialah pendangkalan sungai. Terlalu banyak sedimentasi atau endapan lumpur di sepanjang Sungai Kalimas. tetapi, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Dinas PU Bina Marga serta Pematusan Kota Surabaya untuk melakukan pengerukan sedimen.

Selain itu, dishub sudah mengkaji penerapan jalur serta rute untuk penerapan tranportasi air. “Jadi, kami akan siapkan sarana serta prasarana seperti penyediaan dermaga yang terintegrasi dengan Suroboyo Bus, terminal, tempat wisata,” jelasnya.

Baca juga :  Krisis Keuangan serta Donald Trump Ilhami Hwang Dong-Hyuk Bikin “Squid Game”

Selain itu, sudah mulai disiapkan rambu keselamatan transportasi air  serta rambu tempat labuh di alur Sungai Kalimas. Saat ini sudah ada delapan rambu yang dipasang. Mulai dari Dermaga Monkasel, DPRD Surabaya, Tapres, Taman Ekspresi, Ahmad Jaiz, hingga Siola.

Adapun kendaraan yang dipergunakan untuk transportasi air, menurut Soenoto, ialah kapal dengan model bus air. Jika tahap awal sukses baru dipertimbangkan model kendaraan yang lebih luas jangkauannya. “Kita kembangkan secara bertahap,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya William Wirakusuma mengatakan, sektor pariwisata perlu dikawinkan dengan tranportasi. Kawasan wisata religi Ampel serta Kenjeran yang banyak dikunjungi wisatawan perlu akses transportasi umum yang memadai. “Jika tempat-tempat wisata diberikan akses transportasi umum, termasuk transportasi air, saya yakin pengunjungnya akan naik,” ujar William. (rmt/rek)

Baca juga :  Tobat Punya Istri Materialistis Gak Realistis

Sumber »

WhatsApp Image 2021 08 22 at 14.51.40

Must Read

WhatsApp Image 2021 08 22 at 14.51.40

Related News