28 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaMerasa Beli 2 Kavling Tanah di Desa Jimbaran Wetan Sidoarjo, Bapak Ini...

Merasa Beli 2 Kavling Tanah di Desa Jimbaran Wetan Sidoarjo, Bapak Ini Tak Kuasai Objek

SIDOARJO, – Investasi tanah memang menggiurkan, tiap tahun harganya terus beranjak naik. tetapi bagi masyarakat hendaknya berhati-hati sebelum membeli tanah, sebab hal itu dapat jadi petaka.

Inilah yang dialami Seger, warga Desa Jimbaran Wetan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Seger salah satu dari puluhan orang yang membeli tanah kavling di Desa Jimbaran Wetan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, tetapi tak menguasai objek.

Padahal, mereka sudah membeli hingga mencicil secara lunas di objek lahan total seluas 4.185 meter persegi. Kini, sebagian pembeli mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

Seger, salah satu pembeli 2 kavling yang melayangkan gugatan tersebut. Ia menggugat Siti Aisyah, Labib Habiburohman serta Abdullah Kafabih (Pakar waris dari almarhum Naam Bashori), Basuki Rahmad (pemilik tanah) serta Igne, notaris, serta turut tergugat pihak BPN Sidoarjo.

Baca juga :  Lima Santri di Sidoarjo Dianiaya Seniornya, Satu Orang Dikabarkan Tewas

Gugatan tersebut teregister dalam perkara Nomor : 116/Pdt.G/2021/PN SDA. Kini perkara tersebut sudah masuk agenda saksi yang dihadirkan dari pihak tergugat.

Dalam fakta persidangan dari dua saksi yang dihadirkan pihak tergugat 4, yaitu Basuki Rahmad, M Farikul Muttaqin serta Suwarno cukup mengejutkan.

M Farikul Muttaqin yang notabe direktur salah satu perusahaan mengaku telah membeli objek lahan tersebut pada tergugat 4, Basuki Rahmad dengan harga Rp 2,1 miliar pada Maret 2021.

“Sudah saya beli. Jual beli di hadapan notaris,” katanya, Kamis (14/10/2021). Saat objek tersebut dibeli, tambah dia, sebagian masih tanah sawah serta sudah diuruk. Ia tak tau menahu jika objek itu jauh sebelumnya sudah dikavling serta dibeli para pembeli lain.

Selain itu, ia mengaku sudah ada pembeli di tanah tersebut serta saat ini tengah proses dibangun. “Sudah dua unit rumah yang beli,” akunya. Ia juga mengaku masih belum memiliki IMB atas usaha tersebut.

Baca juga :  LIVE INSTAGRAM Ikuti LIVE INSTAGRAM CitraGarden Sidoarjo yang akan diadakan setiap minggunya!…

Pengakuan itu disampaikan ketika dicecar majelis hakim yang diketuai Syamsuddin La Hasan serta dua anggota Afandi Widarijanto serta Imam Khanafi Ridwan.

Bukan hanya itu, terungkap pula akta pendirian perusahaan tersebut sekitar Maret 2021. Hal itu terungkap setelah pihak kuasa hukum Seger, Muflih menanyakan akta pendirian perusaan tersebut.

meski begitu, objek yang menjadi sengketa tersebut kini proses pembangunannya tengah dihentikan. “Kami hentikan disebabkan masih ada gugatan ini,” kata M Farikul Muttaqin.

Sementara terkait fakta tersebut, Muflih selaku kuasa hukum penggugat Seger menduga ada kejanggalan jika dilihat dari akta pendirian perusahaan dengan proses jual beli objek tersebut.

“Begitupun dengan struktur komisaris perusahaan. Itu (komisaris) anak dari tergugat 4,” ucapnya.

Baca juga :  Rekonstruksi Pembunuhan di Sidoarjo, Pelaku Peragakan 32 Adegan

Muflih minta pihak tergugat supaya beriktikad baik terhadap kliennya. Sebab, lanjut dia, kliennya ialah pembeli yang baik, dimana membeli 2 tanah kavling pada 22 April 2014 silam. Itupun sudah terbayar lunas dengan harga perkavling Rp 60 juta.

“Jual beli itu sah di hadapan notaris Inge. Klien kami membeli kavling tersebut serta membayar lunas pada tergugat satu, dua, tidak (Pakar waris almarhum Naam Basori penerima kuasa jual) serta tergugat empat (Basuki Rahmad),” jelasnya.

Ia menyayangkan tidak adanya iktikad baik dari tergugat hingga saat ini merugikan kliennya. “Klien kami ialah pembeli yang beriktikad baik,” ungkap Muflih yang juga menyatakan kliennya serta terugat 4 selaku masih satu desa.

Sumber »

WhatsApp Image 2021 08 22 at 14.51.40

Must Read

WhatsApp Image 2021 08 22 at 14.51.40

Related News